SATELITNEWS.COM, LEBAK–Tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat mulai berdampak pada kondisi keuangan keluarga di Kabupaten Lebak. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga terpaksa menjual perhiasan emas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak.
Salah seorang warga Rangkasbitung, Lia (45), mengaku harus melepas cincin emas miliknya karena kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan sekolah anak semakin mendesak. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga belakangan ini terasa lebih berat dibanding biasanya. “Buat kebutuhan sekolah anak sama kebutuhan sehari-hari juga. Lagi kepepet jadi terpaksa dijual,” kata Lia saat ditemui di kawasan pertokoan emas di Rangkasbitung.
Ia mengatakan, biasanya kebutuhan keluarga masih bisa dipenuhi dari penghasilan suaminya. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pengeluaran rumah tangga terus meningkat sementara pemasukan tidak bertambah. “Kalau biasanya masih cukup dari suami, sekarang agak berat. Jadi emas yang ada dijual dulu,” ujarnya.
Kondisi serupa juga mulai dirasakan para pedagang emas. Pemilik toko emas di Rangkasbitung, Romi (43), mengatakan aktivitas warga yang menjual emas mengalami peningkatan dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih banyak datang untuk menjual perhiasan dibanding membeli.
Jenis emas yang paling sering dijual yakni emas 24 karat dan emas muda atau yang dikenal masyarakat sebagai emas Singapura. “Yang datang sekarang kebanyakan jual emas. Mulai terasa meningkat sejak sekitar dua mingguan terakhir,” kata Romi.
Ia menjelaskan, harga emas perhiasan di tokonya saat ini berada di kisaran Rp2,430 juta per gram untuk harga beli dan Rp2,330 juta per gram untuk harga jual kembali. Meski harga emas relatif stabil, lanjut dia, melemahnya nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat memilih mencairkan aset yang dimiliki untuk kebutuhan mendesak. “Biasanya orang beli emas buat simpanan, sekarang justru banyak yang dilepas karena kebutuhan,” ucapnya.
Fenomena meningkatnya penjualan emas oleh warga menunjukkan tekanan ekonomi mulai dirasakan hingga tingkat rumah tangga. Perhiasan yang selama ini dijadikan tabungan jangka panjang, kini berubah fungsi menjadi dana darurat untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.(mulyana)