SATELITNEWS.COM, PAKUHAJI–Kobaran api melahap sebuah gudang aksesoris kendaraan roda empat dan material plastik di Kawasan Industri Bussiness Laksana Park, Blok PA, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Senin (29/12). Api yang membesar sejak sore hari membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra, bahkan mengerahkan alat berat untuk menembus dinding bangunan demi mempercepat proses pemadaman.
Gudang tersebut diketahui milik PT Prima, dengan luas bangunan sekitar 800 meter persegi. Hingga petang, api belum sepenuhnya padam meski telah berhasil dikendalikan. Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dan terlihat dari radius beberapa kilometer, memicu kepanikan pekerja kawasan industri dan warga sekitar.
Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Pakuhaji, Iptu Budi Santoso, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari pengelola kawasan industri sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Setelah kami menerima laporan dari pihak pengelola Laksana BLP sekitar pukul 16.00, kami bersama anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Dan benar, telah terjadi kebakaran,” ujar IPTU Budi Santoso saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Budi, objek yang terbakar merupakan gudang penyimpanan sparepart atau aksesoris kendaraan roda empat, yang sebagian besar berisi material mudah terbakar. Kondisi ini membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.
“Informasi awal yang kami terima, yang terbakar adalah gudang sparepart atau aksesoris kendaraan roda empat. Untuk korban jiwa, sementara nihil,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) belum dapat dilakukan secara maksimal lantaran api belum sepenuhnya padam.
“Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Api memang belum sepenuhnya bisa dipadamkan, sehingga fokus saat ini adalah penanganan dan pengamanan lokasi,” jelas Budi.
Dalam upaya pemadaman, sedikitnya tujuh unit armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang diterjunkan ke lokasi, dibantu personel gabungan dari kepolisian dan TNI. Namun, struktur bangunan gudang yang tertutup rapat dan berdinding tebal menjadi salah satu kendala utama.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, petugas terpaksa menggunakan alat berat guna membongkar beberapa bagian tembok gudang.
“Alat berat dipergunakan untuk membongkar tembok-tembok yang tidak bisa dijangkau petugas Damkar. Bangunan tertutup dan terhalang tembok membuat pemadaman sulit dilakukan dari luar, sehingga perlu dibongkar agar api lebih mudah dijinakkan,” ungkap Budi.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi api telah berhasil dikuasai. Petugas saat ini hanya tinggal melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
“Kalau kita lihat, api sudah dikuasai oleh petugas Damkar. Tinggal proses pemadaman dan pendinginan saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran lebih awal, yakni sekitar pukul 15.35 WIB. Begitu laporan diterima, BPBD langsung mengerahkan personel dan armada pemadam ke lokasi.
“Kami menerima laporan pada pukul 15.35 WIB bahwa telah terjadi kebakaran di kawasan industri Bussiness Laksana Park, Blok PA, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji,” ujar Taufik kepada Satelitnews.
BPBD Kabupaten Tangerang menurunkan lima personel serta dua unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dari Pos Pakuhaji dan unit pemadam kawasan industri. Seiring perkembangan di lapangan, bantuan armada tambahan turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam dari Pos Pakuhaji dan satu unit tangki dari pengelola kawasan,” katanya.
Taufik mengakui, besarnya luasan gudang serta material yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan. Hingga sore hari, proses pemadaman masih terus berlangsung.
“Api yang menyelimuti gudang seluas kurang lebih 800 meter persegi ini cukup menyulitkan petugas. Sampai saat ini masih dalam upaya pemadaman,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa hingga saat laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh pekerja gudang dan kawasan industri berhasil dievakuasi sejak awal kejadian.
“Untuk sementara, tidak ada korban jiwa ataupun luka. Kami berharap api bisa segera padam sepenuhnya tanpa adanya korban,” ujar Taufik.
Akibat kebakaran ini, aktivitas di sekitar kawasan industri sempat terganggu. Akses menuju lokasi kejadian dibatasi oleh aparat kepolisian guna memberi ruang bagi petugas pemadam kebakaran dan menghindari risiko keselamatan warga. (ari/alfian)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























