SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, sejak Selasa (30/6), tidak mengganggu layanan pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan operasional pengangkutan dan pembuangan sampah tetap berjalan normal, Rabu (1/7/2026).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan volume sampah yang diangkut dari berbagai wilayah kecamatan menuju TPA Jatiwaringin masih berlangsung seperti biasa. Hingga kini, sekitar 1.200 ton sampah per hari tetap masuk ke lokasi pembuangan akhir tersebut.
“Kalau dari volume sih masih tetap normal. Lebih kurang sekitar 1.200 ton yang kita angkut ke sini, meskipun TPA Jatiwaringin mengalami kebakaran sejak Selasa (30/6) lalu,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Rabu (1/7/2026).
Meski demikian, Maesyal menegaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang akan mengatur lokasi pembuangan sampah agar operasional tetap berjalan selama proses pemadaman berlangsung.
“Tujuannya agar truk pengangkut tetap dapat membuang muatannya meski sebagian area TPA masih terdampak kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan kebakaran TPA Jatiwaringin kini telah ditetapkan sebagai status darurat. Penetapan tersebut dilakukan untuk mempermudah koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya percepatan penanganan, termasuk melalui bantuan helikopter water bombing.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
“Upaya pengusulan bantuan kepada BNPB ini dilakukan sebagai percepatan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin,” katanya.
Menurut Taufik, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Tingginya tumpukan sampah yang menyerupai gunung, ditambah kepulan asap tebal, membuat petugas kesulitan menjangkau titik api meski telah menggunakan selang berukuran panjang.
Karena itu, BPBD mengusulkan bantuan helikopter water bombing dari BNPB. Penyemprotan air dari udara dinilai lebih efektif untuk mempercepat penanganan kebakaran yang masih berlangsung.
“Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang menyulitkan armada kami untuk mendekati titik api,” ujarnya. (alfian/aditya)




















