SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Segelas teh talua biasanya identik dengan teh dan telur. Namun, di tangan Teh Talua Malimpah Mak Datuak, minuman tradisional khas Ranah Minang itu mendapat sentuhan kekinian dengan beragam varian rasa, termasuk Milo dan varian terbaru bernama Marapi.
Syaiful, pemilik atau pengelola Teh Talua Malimpah Mak Datuak, mengatakan inovasi tersebut dilakukan agar minuman yang selama ini lebih lekat dengan kalangan bapak-bapak dan pria dewasa itu dapat diterima anak muda.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 yang digelar Summarecon Mall Serpong (SMS), Jumat (21/8/2026).
“Ya, sebenarnya kita cerita sedikit ya. Untuk Teh Talua Malimpah Mak Datuak ini kita lebih ke kekinian. Karena identiknya Teh Talua itu sebenarnya enggak ada yang melimpah atau tidak ada yang seperti yang kita buat,” kata Syaiful kepada Satelit News.
Menurut dia, teh talua selama ini lebih dikenal sebagai minuman untuk bapak-bapak atau minuman penguat energi bagi pria dewasa. Karena itu, pihaknya melakukan modifikasi dan inovasi agar teh talua dapat masuk ke kalangan anak muda.
“Karena minuman Teh Talua ini lebih ke cenderung ke bapak-bapak, atau untuk penguat energi untuk pria dewasa. Nah, kami memodifikasi dan inovasi ini semua untuk bisa masuk ke kalangan anak-anak muda. Jadi lebih enak diminum dan disajikan untuk anak-anak muda juga,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Inovasi itu terlihat dari banyaknya pilihan rasa yang ditawarkan. Saat ini, Teh Talua Malimpah Mak Datuak memiliki sekitar 20 varian.
“Untuk varian kita ada di 20 varian. Yang terbaru kita ada eh Marapi, dengan keju slice dan taburan parutan keju di dalamnya. Itu kita taburkan juga lagi Milo di dalamnya,” katanya.
Meski hadir dengan berbagai tambahan rasa dan bahan, Syaiful memastikan identitas utama teh talua tidak dihilangkan.
“Tetap, itu teh ciri khas kita enggak hilangkan,” ujarnya.
Sebab, sebagaimana namanya, minuman tersebut tetap menggunakan teh dan telur. Untuk telurnya, Teh Talua Malimpah Mak Datuak menggunakan telur bebek. “Kita gunakan telur bebek,” katanya.
Teh Talua Malimpah Mak Datuak sendiri merupakan usaha yang datang langsung dari Kota Padang. Syaiful mengatakan usaha tersebut telah berdiri selama tiga tahun dan kini memiliki sejumlah lokasi.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Untuk gerai di Kota Padang, salah satu lokasinya berada di kawasan Taplau, tepatnya di Jalan Hang Tuah Nomor 176, Taplau, Kota Padang.
“Kalau kita di Padang biasanya namanya Taplau, tapi alamat lengkapnya Jalan Hang Tuah Nomor 176, Taplau, Kota Padang,” katanya.
Selain di Jalan Hang Tuah, mereka juga memiliki kafe di Jalan Thamrin, Alang Laweh, serta di Sungai Rumbai, Dharmasraya.
“Dan kebetulan untuk tempat kita yang di Jalan Hang Tuah Nomor 176, Taplau, Kota Padang, dan satu lagi kafe kita di Jalan Thamrin, Alang Laweh, dan kita juga ada di Sungai Rumbai di Dharmasraya. Alhamdulillah itu digandrungi eh kawula muda semuanya,” ujarnya. Untuk Harganya pun bervariasi dari Rp23 ribu sampai Rp45 ribu per gelas.
Di tengah upaya memperkenalkan teh talua kepada generasi muda, Teh Talua Malimpah Mak Datuak tetap mempertahankan unsur utama minuman khas Minang tersebut. Telur bebek tetap menjadi bagian penting, sementara berbagai varian rasa menjadi jembatan untuk memperkenalkan minuman tradisional itu dalam wajah yang lebih kekinian.
Diinformasikan, Summarecon Mall Serpong (SMS) kembali menghadirkan Festival Kuliner Serpong (FKS) yang memasuki penyelenggaraan ke-14. Konsisten merayakan kekayaan kuliner Nusantara sejak pertama kali digelar pada 2011, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera”.
FKS 2026 menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi. Festival berlangsung pada 13 Agustus hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS, serta dilengkapi beragam hiburan dan program menarik bagi pengunjung. (aditya)




















