SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Telur barendo biasanya menjadi salah satu menu yang mudah ditemukan di rumah makan Padang. Namun, Nasi Telur Barendo yang hadir di Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 menawarkan sensasi berbeda. Telur dibuat dari campuran telur ayam dan telur bebek, menghasilkan rasa yang lebih legit dengan bagian luar crispy, tetapi tetap lembut di dalam.
Natali Jean, pengelola Nasi Telur Barendo, mengatakan ide menghadirkan menu tersebut bermula dari kegemaran sang bos, Willy, menyantap nasi Padang, terutama telur barendo.
“Kalau seperti yang kita tahu semua, Nasi Telur Barendo itu kan dari khas Minang ya, yang biasanya ada di rumah makan Padang. Pertamanya itu bos saya, Bapak Willy itu, karena dia suka makan nasi Padang dan setiap ke rumah makan Padang itu dia selalu pesan Nasi Telur Barendo,” kata Natali kepada Satelit News, saat ditemui di FKS ke-14 yang digelar Summarecon Mall Serpong (SMS), Jumat (21/8/2026).
Kecintaan tersebut kemudian berkembang menjadi ide bisnis. Muncul gagasan untuk membawa menu favoritnya itu menjadi sebuah usaha. “Jadi dia berpikir, apa dia buka Nasi Telur Barendo aja ya? Karena kan dia juga suka,” ujarnya.
Dari situlah mereka mencari cara membuat telur barendo yang memiliki tekstur sesuai keinginan. Bagian luar dibuat renyah, sementara bagian dalam tetap lembut.
“Jadi dia carilah cara-caranya gimana buat telur barendo yang enak, yang luarnya crispy tapi dalamnya tetap lembut,” kata Natali.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Rahasia tekstur dan rasa tersebut salah satunya berasal dari penggunaan dua jenis telur. Telur ayam dan telur bebek dicampur sehingga menghasilkan rasa yang lebih legit.
“Kalau telur kita beda dari telur yang lain, karena telur kita itu pakai telur bebek sama telur ayam dicampur. Jadi rasanya lebih legit, teksturnya lebih legit. Sama kita pakai bumbu rahasia juga,” ujarnya.
Campuran telur ayam dan telur bebek itu menjadi salah satu ciri khas sajian mereka.
“Iya, betul,” kata Natali ketika memastikan telur ayam dan telur bebek memang dicampur.
Dalam penyajiannya, nasi diletakkan terlebih dahulu, kemudian telur barendo ditempatkan di atasnya. Pengunjung juga dapat menambahkan topping mercon yang memberikan sensasi gurih sekaligus pedas.
“Kalau nasinya nanti dicampur sih untuk penyajiannya. Nanti nasinya dulu, terus di atasnya dikasih telur sama kalau kita ada topping mercon juga. Jadi menambahkan rasa gurih dan pedas jadi satu,” jelasnya.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Untuk menu lengkap yang paling direkomendasikan, pengunjung mendapatkan nasi dengan telur barendo, dua topping mercon, kulit ayam crispy, serta sambal. Harganya Rp60.000 per porsi.
“Satu porsi tergantung yang mana dulu. Kalau untuk yang komplit, yang paling kita sarankan itu yang komplit. Jadi ada nasi pakai dua topping mercon sama pakai kulit juga, sama telur. Sama telur itu dikasih sambal juga, itu hanya Rp60.000,” katanya.
Khusus untuk topping mercon, tersedia tiga pilihan, yakni ikan mercon, udang mercon, dan cumi mercon.
“Kalau untuk topping merconnya kita ada tiga. Ada ikan mercon, udang mercon, sama satu lagi ada cumi mercon,” ujarnya.
Nasi Telur Barendo yang ditawarkan tersebut merupakan kuliner khas Sumatera Barat dan Minangkabau. Natali menyebut cita rasa gurih dan pedasnya membuat menu ini dapat diterima berbagai kelompok usia.
“Khas Sumatra, khas Sumatra Barat, Minangkabau,” katanya.
Menurut dia, animo masyarakat cukup baik, terutama pada akhir pekan. Telur dinilai sebagai makanan yang dapat dinikmati berbagai kalangan, sementara cita rasa pedas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia.
“Lumayan sih, apalagi kalau di akhir pekan ya. Karena kan ini juga telur itu kan makanan semua umur ya. Jadinya memang dari yang anak kecil pun bisa makan kan, asalkan bisa makan pedas gitu kan,” ujarnya.
“Apalagi masyarakat kita memang suka makan pedas ya. Kalau misal untuk masyarakat Jawa, Sumatra gitu memang suka makan pedas ya. Jadinya masuk ke semua umur dan segala generasi. Gak cuma generasi milenial aja, tapi kayak Gen Z pun juga masih makan banget,” katanya.
Meski membawa kuliner khas Minangkabau, Nasi Telur Barendo belum memiliki cabang tetap. Mereka lebih banyak mengikuti bazar dan festival kuliner, termasuk Pekan Raya Jakarta yang rutin diikuti setiap tahun.
Dari seluruh pilihan menu, sajian komplit menjadi favorit pengunjung. Perpaduan telur barendo, sambal, dua topping mercon, serta kulit ayam crispy menjadi kombinasi yang paling banyak diminati.
“Kalau menu favorit orang-orang sih memang yang komplit sih. Yang pakai telur barendo, sambal, dua topping mercon, sama pakai kulit crispy,” katanya.
Kulit crispy yang dimaksud adalah kulit ayam. “Yang kulit ayam crispy,” ujar Natali.
Diketahui, Summarecon Mall Serpong (SMS) kembali menghadirkan gelaran festival kuliner tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-14, Festival Kuliner Serpong (FKS).
Konsisten merayakan kekayaan kuliner Nusantara sejak pertama kali digelar pada 2011, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” yang menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi.
FKS 2026 berlangsung pada 13 Agustus hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS. Gelaran ini turut dilengkapi dengan beragam hiburan dan program menarik bagi pengunjung. (aditya)




















