Rabu, 7 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Bukan Cendol Biasa, Cindua Winata Punya Dua Jenis Cendol dan Ampiang Ketan dari Payakumbuh

Jadi Jajanan Favorit Pengunjung FKS 14 SMS

Oleh Fajar Aditya Kusuma
Sabtu, 22 Agu 2026 09:47 WIB
Rubrik Bisnis, Kabupaten Tangerang, Kuliner, Life Style, Metro Tangerang, Ragam
Bukan Cendol Biasa, Cindua Winata Punya Dua Jenis Cendol dan Ampiang Ketan dari Payakumbuh

DIWAWANCARAI: Pay Winata, pemilik Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang, menunjukan produk cendol miliknya saat diwawancarai di Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 di Summarecon Mall Serpong (SMS), Jumat (21/8/2026). Cindua Winata memadukan cendol beras dan cendol sagu serta menggunakan ampiang ketan yang didatangkan dari Payakumbuh. (ADITYA/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dua warna dalam satu mangkuk menjadi ciri khas Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang. Cendol berwarna hijau berpadu dengan cendol cokelat, masing-masing dibuat dari bahan berbeda, yakni beras dan sagu. Sajian itu kemudian dilengkapi ampiang ketan yang didatangkan dari Payakumbuh atau Bukittinggi.

Pay Winata, pemilik atau pengelola Cindua Winata Cendol Ampiang Durian Minang, mengatakan cindua merupakan sebutan untuk cendol dalam bahasa Minang.

“Cindua, iya. Cindua tuh bahasa Minangnya cendol tuh Cindua,” kata Pay kepada Satelit News, saat ditemui di Festival Kuliner Serpong (FKS) ke-14 yang digelar Summarecon Mall Serpong (SMS), Jumat (21/8/2026).

Menurut Pay, cindua yang dijualnya berbeda dari cendol pada umumnya karena menggunakan dua jenis cendol sekaligus. Cendol sagu berwarna cokelat, sedangkan cendol beras berwarna hijau.

“Kalau Cindua tuh dia ada dua, Kak. Cendol sagu sama cendol beras. Jadi kombinasi sagu sama beras,” ujarnya.

“Kalau sini kan cendol yang hijau doang tuh, kalau kita ada dua. Yang cokelat sama yang hijau. Jadi yang cokelat cendol sagu, yang hijau cendol beras,” katanya.

Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis

Selain beras dan sagu, sajian tersebut menggunakan ampiang ketan. Bahan ini dibuat dari padi ketan muda dan menjadi salah satu unsur yang membuat cindua tersebut memiliki karakter khas Minang.

“Ampiang ketan tuh dari padi muda, itu yang bahan yang dari kampung “diimpor”. “Diimpor” langsung dari sana (kampung),” kata Pay.

BeritaTerbaru

Pengadilan Agama Tigaraksa Sosialisasikan Isbat Nikah Terpadu di Dua Kecamatan

Pengadilan Agama Tigaraksa Sosialisasikan Isbat Nikah Terpadu di Dua Kecamatan

Selasa, 6 Okt 2026 21:29 WIB
Pemkot Tangerang Perkuat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Pemkot Tangerang Perkuat Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Selasa, 6 Okt 2026 18:50 WIB
Mayat di Kali Sasak Ciputat Ternyata Warga Jombang

Mayat di Kali Sasak Ciputat Ternyata Warga Jombang

Selasa, 6 Okt 2026 18:24 WIB
RDP Makam Galeong Berujung Damai

RDP Makam Galeong Berujung Damai

Selasa, 6 Okt 2026 18:22 WIB

Ampiang tersebut didatangkan dari Payakumbuh atau Bukittinggi karena menurut Pay bahan itu sulit ditemukan di daerah perkotaan.

“Kalau untuk bahan yang ampiang itu diimpor langsung dari Payakumbuh atau Bukittinggi. Hanya ada di daerah sana. Iya, di sini enggak ada. Soalnya kan susah nyari lahan padi ketan di sini, Bang, daerah kota. Jadi padinya, soalnya padi ketan,” ujarnya.

Pay telah berjualan cendol di Tangerang Selatan sejak 2015. Usahanya bermula di kawasan Pamulang, tepatnya di depan Villa Dago.

“Saya jualan di Tangsel, Tangerang Selatan, Bang, dari 2015,” katanya.

Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional

“Pamulang, sudah lama Bang, saya dari 2015. Dari pas baru anak satu, sekarang anak saya lima. Enak dagang cendol, banyak anaknya,” ujarnya sambil tertawa.

“Iya, tempat tinggal saya di depan Villa Dago,” imbuhnya.

Bagi Pay, rahasia kenikmatan cindua tidak hanya terletak pada cendol dan ampiang. Gula dan santan juga menjadi bagian penting dari cita rasanya.

Ia memastikan santan yang digunakan merupakan santan asli, bukan susu. Santan dibuat kental agar rasa gurihnya lebih terasa.

“Kalau kita memakai santan asli, enggak pakai susu. Santan kental, pati kelapa makanya yang asli kental bener. Ini maksudnya ya benar-benar yang kental gitu buat santannya, biar terasa gurihnya kan,” katanya.

Sementara untuk proses khusus pembuatannya, Pay memilih menyimpan sebagian rahasia dapur.

“Kalau yang khusus mungkin pembuatannya, Ya “rahasia Tuan Krab” lah kalau katanya kan, “Rahasia dapur Tuan Krab”,” ujarnya dengan senyum.

Tidak semua bahan yang digunakan didatangkan dari Sumatera Barat. Sebagian tersedia di daerah sekitar, sedangkan ampiang menjadi salah satu bahan yang didatangkan dari Payakumbuh atau Bukittinggi.

“Bahannya ada yang sebagian dari sana, ada yang di sini,” kata Pay.

“Dari Payakumbuh. Kayak ampiang, gula, enggak, kalau gulanya enggak harus Payakumbuh. Kalau ampiang aja, ampiang bisa pesan dari Payakumbuh atau Bukittinggi, Bang,” ujarnya.

Pay menjelaskan, ampiang merupakan padi ketan muda.

“Padi muda, padi ketan. Padi ketan muda,” katanya.

Untuk varian durian, Pay juga mempertahankan penggunaan durian Sumatera. Ia tidak memilih durian Monthong untuk bahan olahan karena menurutnya karakter rasanya kurang cocok.

“Kita enggak mau memakai durian monthong, kalau enggak Medan, Padang, Palembang mentok,” katanya.

Menurut Pay, durian Sumatera memiliki rasa manis sekaligus sedikit pahit yang justru cocok dipadukan dengan cendol.

“Monthong kalau buat olahan kurang enak. Monthong langsung dimakan enaknya. Tapi kalau durian Sumatra ini kan dia rasanya kayak manis-manis pahit,” ujarnya.

“Itu pas kalau buat olahan. Monthong kurang sih, Bang,” katanya.

Cindua Winata menawarkan empat varian, yakni Cendol Original, Cendol Ampiang Ketan, Cendol Durian, dan Cendol Spesial Langkok.

“Cendol Original, Cendol Ampiang Ketan, Cendol Durian, Cendol Spesial Langkok,” kata Pay.

Harga di event berkisar Rp12.000 hingga Rp20.000, tergantung varian yang dipilih.

“Kalau kisaran sih beda-beda sih di sini, Bang, harganya. Kan di event kita ya, ya mulai dari harga Rp12.000 sampai Rp20.000 lah,” ujarnya.

Sementara menu yang menjadi best seller adalah Cendol Spesial Langkok. Varian ini menawarkan isian paling lengkap, mulai dari ketan, ampiang, hingga durian.

“Spesial Langkok sih. Itu lengkap pakai semuanya, pakai ketan, pakai ampiang, pakai durian,” katanya.

Keikutsertaan Cindua Winata di FKS tahun ini merupakan pengalaman pertama. Meski begitu, Pay mengatakan respons pengunjung sejak hari pertama cukup menggembirakan. “FKS baru tahun ini,” ujarnya.

Menurut Pay, sejak hari pertama penyelenggaraan, pengunjung sudah menunjukkan minat terhadap sajian yang ditawarkan.

“Target sih kayaknya minggu pertama udah cakep, alhamdulillah. Peminat pengunjung FKS juga alhamdulillah,” katanya.

Tidak sedikit pengunjung yang kembali setelah mencicipi untuk pertama kalinya.

“Yang baru nyobain, alhamdulillah balik lagi, balik lagi, balik lagi. Sampai ulang-ulang sih balik lagi,” ujar Pay.

Tingginya minat itu juga terlihat dari penjualan harian. Pada hari biasa, Cindua Winata dapat menghabiskan 200 hingga 300 cup. Saat akhir pekan, jumlahnya bisa mencapai 500 cup.

“Kalau hari biasa bisa 200 sampai 300 cup, Bang. Kalau weekend bisa 500 cup,” kata Pay.

Diinformasikan, Summarecon Mall Serpong (SMS) kembali menghadirkan gelaran festival kuliner tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-14, Festival Kuliner Serpong (FKS).

Konsisten merayakan kekayaan kuliner Nusantara sejak pertama kali digelar pada 2011, tahun ini FKS mengangkat tema “Satu Jalur Seribu Rasa – Lintas Sumatera” yang menyajikan sajian autentik dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, hingga Lampung dalam satu destinasi.

FKS 2026 berlangsung pada 13 Agustus hingga 13 September 2026 di Area Parkir Timur SMS. Gelaran ini turut dilengkapi dengan beragam hiburan dan program menarik bagi pengunjung. (aditya)

Tags: Bukan Cendol BiasaCindua Winata Cendol Ampiang Durian MinangCindua Winata Punya Dua Jenis Cendol dan Ampiang Ketan dari PayakumbuhFestival Kuliner Serpong (FKS)FKS 14FKS 2026FKS 2026 di Summarecon Mall Serpong Hadirkan 13 Kuliner Autentik SumateraJadi Jajanan Favorit Pengunjung FKS 14 SMSkabupaten tangerangtangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Lionel Messi Masuk ke Dunia Animasi
Life Style

Lionel Messi Masuk ke Dunia Animasi

Selasa, 6 Okt 2026 18:15 WIB
Film Terbaru Netflix Doing Life: Cinta dari Balik Penjara
Life Style

Film Terbaru Netflix Doing Life: Cinta dari Balik Penjara

Selasa, 6 Okt 2026 18:14 WIB
Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah di Banten
Bisnis

Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah di Banten

Selasa, 6 Okt 2026 15:55 WIB
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tangsel Meningkat
Kota Tangsel

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tangsel Meningkat

Selasa, 6 Okt 2026 14:42 WIB
UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran
Edukasi

UMT Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Awal Maksimal 50 Mahasiswa

Selasa, 6 Okt 2026 14:40 WIB
Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis

Selasa, 6 Okt 2026 13:43 WIB
Selamat Hari Jadi Ke 26 Provinsi Banten DPD HKTI Prov. Banten
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

RSUD Labuan, tampak dari depan. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Dikabarkan Pasien Meninggal Dunia di RSUD Labuan, Pihak Manajemen Membantah

Rabu, 30 Sep 2026 17:18 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Senin 7 September, Cek Lokasinya

Layanan SIM Keliling Kota Tangerang Jumat 2 Oktober, Cek Lokasinya

Jumat, 2 Okt 2026 07:55 WIB
Sampah di Kali Sipon Kecamatan Cipondoh Akhirnya Dibersihkan

Sampah di Kali Sipon Kecamatan Cipondoh Akhirnya Dibersihkan

Rabu, 30 Sep 2026 19:49 WIB
Diduga Berbuat Cabul, Warga di Lebak Gerebek Rumah Dukun

Masih Berusia 16 Tahun, Korban Dukun Cabul di Lebak Ternyata Hamil

Jumat, 2 Okt 2026 14:33 WIB
Kepala Dishub Kabupaten Serang, Beny Yuarsa. (ISTIMEWA)

Kebutuhan Lampu PJU di Kabupaten Serang Capai 24 Ribu Titik

Senin, 5 Okt 2026 15:43 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.