SATELITNEWS.COM, TANGERANG—AC Milan meraih poin penuh kala menjamu Lecce dalam lanjutan Liga Italia. Rossoneri menang 3 gol tanpa balas.
Giornata kelima Serie A menghadirkan duel AC Milan vs Lecce. Pertandingan berlangsung di San Siro, Senin (21/9/2026) dini hari WIB.
AC Milan membuka keunggulan pada menit ke-14. Christian Pulisic yang mencatatkan nama di papan skor.
Strahinja Pavlovic mengirim umpan lambung yang diterima Pulisic. Pemain asal Amerika Serikat itu mengontrol bola dan menendangnya masuk ke gawang Lecce.
Gol Pulisic jadi satu-satunya gol tercipta hingga turun minum. Babak pertama berakhir dengan keunggulan AC Milan 1-0.
Tim tuan rumah menggandakan keunggulan pada babak kedua, tepatnya menit ke-61. Kali ini Adrien Rabiot yang membuat publik San Siro bergemuruh dengan golnya.
Baca Juga: Brighton Bikin Arsenal Mati Kutu
Permainan bola satu-dua AC Milan diakhiri dengan operan tek-tok Goncalo Ramos yang dituntaskan Rabiot dengan tembakan on targetnya ke gawang Lecce. Rossoneri menjauh 2-0.
AC Milan menambah gol pada menit ke-73. Diego Moreira menggiring bola memasuki kotak penalti sebelum mengelabui lini belakang Lecce dan menembaknya masuk ke gawang.
Lecce tak mampu mencetak gol hiburan di sisa waktu yang ada. Skor 3-0 untuk AC Milan jadi hasil akhir pertandingan di San Siro.
Kemenangan ini membawa AC Milan naik ke posisi 5 klasemen sementara Liga Italia dengan 11 poin. Lecce tertahan di urutan ke-12 dengan 6 poin.
Hasil ini juga bikin Milan kembali ke jalur kemenangan. Mereka sebelumnya gagal menang di tiga laga beruntun. Milan dua kali imbang di Serie A lawan Juventus dan Lazio, lalu kalah dari Benfica di Europa League.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai performa timnya membaik dari laga-laga sebelum. Salah satu kunci hal itu adalah dirinya kini lebih banyak memberikan kebebasan bergerak kepada para pemainnya.
Baca Juga: Barcelona Gilas Sevilla, Raphinha Makin Tajam
Amorim tak mau mengulangi kesalahan yang sama di tim sebelumnya Manchester United. Di MU, ia memaksakan timnya untuk terus bermain dengan gaya main yang diinginkannya.
Amorim menyadari hal itu ternyata tak bisa terus dilakukan. Ia mulai banyak mendengar masukan dari para pemain. Pelatih asal Portugal ini menyebutkan dibutuhkan variasi taktik dan kreativitas dari para pemain agar gaya mainnya tak lagi mudah dibaca.
”Keputusan itu selalu ada di tangan saya. Apa yang saya rasakan dalam pertandingan-pertandingan terakhir ini sama dengan yang saya rasakan saat di Manchester United, dan saya tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang kami tidak memiliki karakteristik yang pas untuk bermain dengan cara tersebut, dan jika itu masalahnya, kami harus beradaptasi,” ujar Amorim dikutip dari Football Italia.
“Menurut saya, pendekatan hari ini berhasil; di pertandingan lain, kami bisa kembali menerapkan skema (build-up) dengan tiga pemain. Yang terpenting adalah memiliki variasi cara bermain. Hal ini sangat krusial di Italia karena para pelatih di sini sangat cerdas; mereka menerapkan penjagaan satu-lawan-satu dengan sangat baik,” jelasnya. (dm)
















