SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Realisasi investasi di Kota Tangerang hingga semester pertama 2026 mencapai Rp11,73 triliun atau sekitar 77 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun. Pemerintah Kota Tangerang optimistis capaian tersebut masih dapat melampaui target hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja mengatakan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di Kota Tangerang masih berjalan di tengah tekanan ekonomi global. Menurut pria yang karib disapa Ugi itu, pelaku usaha masih melakukan belanja modal atau Capital Expenditure (Capex), antara lain untuk peningkatan kapasitas usaha, pengadaan dan perubahan mesin, pembangunan ruang produksi, hingga pengembangan kawasan usaha.
“Kalau misalkan tadi disampaikan apakah on the track? Saya yakin ini mungkin bisa di atas capaian target kembali. Target yang ditetapkan Rp15,15 triliun, yang sudah mencapai di semester pertama ini Rp11,73 triliun, artinya 77 persen. Tinggal Rp3,42 triliun,” ujar Sugihharto kepada awak media usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), Selasa (23/9/2026) di Ruang Al-Amanah Lantai V Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Dia menyebut optimisme tersebut juga mengacu pada capaian investasi Kota Tangerang pada 2025. Saat itu, realisasi investasi mencapai Rp22,54 triliun atau 149 persen dari target Rp15,11 triliun. “Melihat kondisi yang tahun 2025 kita 149 persen karena dari target Rp15,11 triliun itu tercapai Rp22,54 triliun. Ini pun mungkin mudah-mudahan bisa overtarget kembali,” katanya.
Mantan Kabag Humas ini menambahkan, kondisi ekonomi global memang berpengaruh terhadap aktivitas ekspansi pelaku usaha. Namun, dampaknya belum menghentikan kegiatan investasi di Kota Tangerang. Menurutnya, sejumlah pelaku usaha telah memiliki perencanaan pengembangan usaha secara bertahap.
Pengembangan perumahan maupun pergudangan, misalnya, tetap dilakukan, tetapi tahapan realisasinya tidak sebesar pada 2025. “Artinya mereka melakukan kegiatan itu, cuma penahapannya tidak seperti yang di tahun 2025. Melihat kondisi yang saat ini terjadi, capex yang memang dilakukan oleh para pelaku usaha itu masih ada,” ujarnya.
Baca Juga: Kota Tangerang Masuk 6 Besar Penilaian PTSP Nasional, Tim BKPM Lakukan Uji Petik
Ugi mengatakan, Bimtek LKPM yang digelar rutin setiap tiga bulan menjadi salah satu upaya DPMPTSP meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi. Menurut dia, masih terdapat pelaku usaha yang belum memahami secara menyeluruh pengisian data dalam format LKPM yang ditetapkan pemerintah pusat. Karena itu, DPMPTSP memberikan pendampingan agar data investasi yang dilaporkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Bimtek ini memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha. Terkadang dalam format yang sudah dijadikan sebagai ketaatan dari BKPM, para pelaku usaha kurang memahami, asal melakukan pengisian angka. Sejalan dengan adanya bimbingan teknis seperti ini, kita guidance mereka,” katanya.
Ia menilai akurasi pelaporan LKPM penting karena data tersebut menjadi bagian dari laporan kegiatan penanaman modal kepada pemerintah pusat. Dari sisi sektor usaha, Ugi mengatakan sektor perdagangan dan jasa masih menjadi salah satu kontributor utama berdasarkan realisasi pada triwulan pertama dan kedua. Selain itu, terdapat investasi pada sektor perumahan, rumah sakit, pergudangan, transportasi, dan telekomunikasi.
Sementara berdasarkan data realisasi investasi 2025, lima sektor dengan nilai investasi terbesar di Kota Tangerang terdiri atas transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar Rp4,41 triliun; perdagangan dan reparasi Rp2,81 triliun; industri karet dan plastik Rp2,55 triliun; perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp2,26 triliun; serta industri kimia dan farmasi Rp1,44 triliun.
Sugihharto menilai keberlanjutan investasi tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim berusaha di daerah. Karena itu, transparansi, kecepatan dan kemudahan pelayanan perizinan menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan investor.
“Kepercayaan para pelaku usaha adalah bagaimana kita dari sisi transparansi, mekanisme kecepatan pelayanan perizinan. Itu bagian dalam orientasi untuk pemberian trust kepada para pelaku usaha bahwa di Kota Tangerang masih dianggap baik-baik saja dan mungkin ini akan lebih baik,” katanya.
Baca Juga: DPMPTSP Kota Tangerang Optimistis Capai Target 2026, Investasi Triwulan I Tembus Rp5,45 Triliun
Pembinaan dan Kemudahan Perizinan
Sementara Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, Bimtek LKPM tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kewajiban pelaporan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan dan pendampingan agar dunia usaha dapat terus berkembang. “Kita ingin pengusaha di Kota Tangerang terus maju dan berkembang. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui pembinaan dan pendampingan,” ujar Sachrudin.
Bimtek tersebut diikuti sekitar 100 pelaku usaha. Sachrudin berharap kegiatan itu dapat memberikan bekal kepada pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Mudah-mudahan Bimtek ini menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sachrudin menegaskan, pembinaan terhadap pelaku usaha harus dibarengi dengan pelayanan perizinan yang mudah dan responsif. Ia meminta jajaran Pemkot Tangerang tidak pasif ketika pelaku usaha menghadapi kendala dalam proses perizinan. “Saya sudah instruksikan, jangan sampai ada masyarakat yang merasa dipersulit. Kalau ada kesulitan, kita harus jemput dan cari tahu persoalannya,” tegasnya.
Menurut Sachrudin, kepastian, kemudahan dan kenyamanan dalam pelayanan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan demikian, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan kegiatan ekonominya. “Kalau ada yang ingin berinvestasi, kita sambut dan kita dampingi. Yang penting pelaku usaha nyaman dan usahanya bisa terus berkembang di Kota Tangerang,” ujarnya.
Sachrudin menambahkan, berbagai penghargaan yang diterima Pemkot Tangerang tidak boleh hanya menjadi capaian administratif. Penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik dan menciptakan inovasi. “Penghargaan yang kita dapat harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Dengan capaian investasi yang telah mencapai 77 persen pada semester pertama, Sachrudin optimistis aktivitas ekonomi di Kota Tangerang terus berkembang. Pemerintah daerah, kata dia, akan memperkuat kemudahan dan kenyamanan berusaha agar aktivitas investasi dapat memberikan dampak terhadap perekonomian dan masyarakat. “Saya lihat tren investasi dan perekonomian di Kota Tangerang terus membaik. Ini menunjukkan Kota Tangerang masih punya daya tarik untuk menjadi pilihan investasi,” pungkasnya. (made)
















