SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal.
Portugal saat ini lagi mempersiapkan diri jelang pertemuan kontra Denmark di Parken Stadium, Jumat (2/10/2026) dini hari WIB, dalam lanjutan matchday ketiga Grup 4 UEFA Nations League A.
Juara bertahan itu dijadwalkan akan berlatih di stadion tersebut, demi aklimatisasi sebelum duel besok. Sayangnya, Ronaldo tidak terlihat dalam sesi tersebut.
Menurut laporan SIC Noticias, Ronaldo rupanya memilih pergi dari kamp timnas dan pulang ke rumahnya di Madrid. Jet pribadi Ronaldo disebut sudah berada di Copenhagen untuk membawa empunya pulang.
Kepergian Ronaldo ini makin menguatkan isu keretakan hubungannya dengan pelatih Portugal Jorge Jesus. Ini setelah Jesus tidak memainkan Ronaldo sama sekali saat menang 2-1 di kandang Norwegia pekan lalu.
Jesus beralasan bahwa keputusan memarkir Ronaldo murni karena taktik. Bahkan ada potensi Ronaldo juga bakal absen lagi saat menjamu Norwegia 5 Oktober.
Baca Juga: Bellingham Layak Diacungi Jempol
Keputusan Jesus boleh dipahami mengingat Ronaldo sudah berusia 41 tahun dan dianggap tidak sesuai kebutuhan taktik yang diterapkan Jesus.
Federasi Sepakbola Portugal (FPF) tidak memberikan keterangan resmi terkait kepergian Ronaldo tersebut.
Situasi ini tentu tidak menguntungkan Portugal yang butuh tiga poin di markas Denmark. Apalagi sebelum laga ini sudah ramai isu keretakan hubungan Jorge Jesus dan Ronaldo.
Isu tersebut muncul setelah Ronaldo tidak dimainkan saat mengalahkan Norwegia beberapa hari lalu. Terkait hal tersebut, Ronaldo menunggu waktu tepat untuk membeberkan kronologis kejadiannya.
Yang pasti, kapten Seleccao Das Quinas itu mendoakan yang terbaik untuk Portugal di sisa dua matchday. “Saya memutuskan meninggalkan kamp latihan Timnas Portugal, setelah sesi jumpa pers tim nasional, dan juga usai berbicara dengan presiden federasi sepakbola Portugal,” ujar Ronaldo di akun X.
“Jika waktunya tiba, saya akan jelaskan apa alasan yang membuat saya akhirnya meninggalkan timnas, di mana saya selalu membela sepenuh hati,” sambungnya.
Baca Juga: Norwegia vs Inggris, Adu Tajam Haaland-Kane
“Kini saatnya mendoakan yang terbaik untuk Portugal dan seluruh rekan setim saya tanpa terkecuali.”
Terkait keputusannya mencadangkan Ronaldo, pelatih Portugal Jorge Jesus menyebut itu adalah wewenangnya sebagai pelatih. Sekalipun Ronaldo adalah pemain terbaik Portugal, dia tidak bisa mengintervensi.
“Peraturan ini berlaku untuk semua pemain. Status cuma cara menghormati karier si pemain, tapi keputusan ada di tangan saya. Di klub, presiden yang berkuasa. Di tim, sayalah yang berkuasa,” ujar Jesus seperti dikutip Tribuna.
Sementara bek Portugal Ruben Dias menegaskan para pemain lain tak terpengaruh dengan sikap sang kapten. “Cristiano? Itu adalah momen frustrasi yang berlangsung 10, 15, atau 20 detik. Itu sama sekali tidak mengurangi komitmen yang telah dia berikan kepada tim nasional kami selama lebih dari 20 tahun,” kata Dias, dilansir dari A Bola.
“Terkadang Anda mengalami momen frustrasi itu dan 5 menit kemudian kami semua merayakan kemenangan penting bagi tim nasional kami,” ujarnya soal Ronaldo. (dm)



















