SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alex Prabu mendesak pihak kepolisian untuk menindak tegas atas tewasnya A (14) dan W (15) yang menjadi korban tawuran di kawasan Alam Sutera, Jumat (9/10/2026).
“Saya minta sekolah dan polisi diberikan tindakan tegas terhadap anak-anak yang yang membawa senjata tajam, karena mereka sudah bawa senjata tajam ini sudah tidak benar, negatif,” ujar Alex saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).
Alex menyampaikan, aparat penegak hukum harus rutin menggelar patroli agar keamanan masyarakat di luar rumah dapat terjamin. Kata dia, kerumunan siswa di luar sekolah harus menjadi perhatian lantaran dikhawatirkan itu menjadi awal perilaku negatif.
“Polisi harus sering berpatroli, babinkamtibmas juga harus sering mengobrol ke anak-anak sekolah yang sedang nongkrong atau berkerumun sambil mengedukasi,” katanya.
“Mereka dapat mengancam nyawa orang lain. Kalau perlu polisi bisa masuk sekolah mengadakan edukasi kepada pelajar pelajar kita,” lanjut pria yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Tangsel.
Menurutnya, guru dilingkungan sekolah memiliki tanggungjawab untuk mengarahkan para siswa agar tidak terpengaruh dari hal negatif diluar sekolah.
Baca Juga: Wanita di Ciputat Timur Berulang Kali Jadi Korban Orderan Fiktif Ojek Online
“Sudah saatnya di tingkat SMP SMA di sekolahnya ada guru-guru yang berpengalaman membimbing mendidik mereka, mengarahkan agar mereka melakukan hal-hal positif yang ditanamkan kepada mereka,” sebutnya.

Alex menyampaikan rasa kehilangan kepada generasi muda secara sia-sia. Untuk itu, ia mendesak Dinas Pendidikan baik ditingkat kota maupun Provinsi untuk mengatensikan persolan termasuk para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya.
“Kita juga minta Dinas Pendidikan itu baik tingkat SMP SMA, walaupun bukan wewenang saya, tapi ini menyangkut masa depan anak anak untuk memberikan motivasi, edukasi, anak ini bahwa lebih mereka fokus untuk belajar,” paparnya.
“Untuk para orang tua agar mengawasi anaknya kalau pulang sekolah kemana, walaupun mungkin orang tua bekerja, anak anak tetap perlu diperhatikan,” imbuhnya.
Diketahui, A dan W tewas setelah terjatuh ketika berboncengan sepeda motor di Jalan Sutera Utama, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara. Saat itu, secara bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya diduga membawa senjata tajam.
Situasi itu membuat korban panik hingga berupaya menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera.
Baca Juga: Seorang Pria Tinggalkan Surat Wasiat, Ditemukan Tewas di Ciputat
Dalam perjalanan, mereka dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan.
Keduanya pun dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah menangkap tiga orang yang membawa sajam dalam peristiwa tersebut.
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, dan satu bilah golok. Petugas juga mengamankan sejumlah barang lain yang berkaitan dengan penanganan perkara, termasuk satu unit sepeda motor.

Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono mengatakan berdasarkan penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat kedua korban bersama sejumlah pelajar asal Pinang, Kota Tangerang, hendak pergi bermain futsal di kawasan Alam Sutera sekitar pukul 15.00 WIB.
“Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan rombongan pelajar lain di sebuah bundaran. Rombongan tersebut diduga membawa senjata tajam dan tongkat golf,” sebutnya. (eko)





















