SATELITNEWS.COM, LEBAK—Entah fenomena apa yang sedang terjadi di kalangan pelajar Kabupaten Lebak. Belakangan ulah oknum kaum terdidik itu kembali membuat heboh masyarakat dengan perilaku tak terpujinya.
Usai ramai berita pelajar serang murid yang tengah magang serta adanya duel 6 pelajar secara terbuka hingga viral, kali perkelahian antar pelajar di Bumi Multatuli kembali terjadi. Peristiwa yang bikin geleng-geleng kepala ini berlangsung di Jalan Rangkasbitung-Gunungkencana, tepatnya di Kampung Tambak, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak. Mirisnya dalam perkelahian itu diduga pelaku menggunakan senjata tajam (sajam). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran berhasil digagalkan warga.
Berdasarkan rekaman video berdurasi 0,56 detik yang diterima SatelitNews.Com dari warga, beberapa orang nampak memegangi pria yang menggunakan pakaian hitam dengan celana pendek. Sementara satu yang menggunakan seragam lengkap tingkap SMP berusaha menghajarnya.
Namun, di antara yang tengah melakukan perkelahian ada meminta tolong kepada warga. Sebab, terdapat sajam yang dipergunakan pada perkelahian itu. Warga yang datang pun berusaha melerai dan mengamankan pelajar yang membawa sajam. Sejumlah ibu-ibu yang berada di lokasi juga tampak histeris lantaran perkelahian itu menggunakan benda mengancam nyawa.
Menurut warga, kejadian itu terjadi pada Rabu 6 Agustus 2025 sore. Belum diketahui motifnya namun aksi itu diduga terjadi selepas pulang sekolah. Seorang warga sekaligus saksi mata bernama Unang mengatakan, tidak mengetahui apa yang menjadi motif di balik aksi perkelahian itu. Namun dirinya sempat kaget dan mendengar suara histeris warga ada yang meminta tolong di tengah perkelahian yang menggunakan sajam.
“Salah satunya ada yang minta tolong, setelah saya tolong ternyata yang satu itu dia bawa Sajam, akhirnya saya pegang yang bawa sajam itu. Setelah diambil, melihat parangnya ibu-ibu jadi syok alias kaget,”kata Uang menceritakan saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga: Marak Perkelahian Pelajar di Lebak, Dewan Mengaku Prihatin
Unang pun mengaku tidak tahu asal pelajar tersebut. Sebab, saat kejadian yang ada di pikirannya hanyalah memisahkan dan menyelamatkan jiwa dari sajam yang dibawa salah satu pelajar. “(Sajamnya) Jenis celurit, tapi saya enggak tahu tapi yang bawa celurit itu yang pakai baju hitam. Kalau sekolah saya enggak tahu tapi dengar-dengar masih SMP,”ujar Unang.
“Yang bawa barang (sajam) itu cuma satu. Yang 2 pelajar itu kehabisan bensin dan saya juga enggak tahu kronologi. Yang saya tahu itu dua orang itu satu minta tolong akhirnya saya pegang yang bawa parang itu,” sambung Unang.
Peristiwa itu menurut Unang baru pertama kali terjadi. Namun Unang masih bersyukur lantaran kejadian yang membahayakan keselamatan jiwa itu berhasil digagalkan bersama warga lainnya. “Untuk luka tidak ada, cuma itu doang saya amankan parangnya,” tandasnya
Rohimi sekalu Ketua RT 13 RW 04 Desa Tambakbaya menambahkan, usai kejadian perkelahian antar pelajar tersebut telah ditangani Kepolisian. Sebab, saat kejadian salahsatu pelajar yang membawa sajam berhasil diamankan warga. “Pas kebetulan saya kemarin berada di (kantor) desa, bersama pihak desa langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tiga orang. Jadi sudah diserahkan ke Polisi untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.(mulyana)
























