SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menambah anggaran sebesar Rp8,3 miliar untuk mendukung pembangunan Agrowisata Cikapek yang berada di Kecamatan Cimarga. Anggaran itu diharapkan dapat menjadi lokasi wisata tersebar di Banten tersebut bisa mendobrak pertumbuhan ekonomi di Bumi Multatuli.
Sebelumnya, Pemkab Lebak pada tahun 2024 telah menggelontorkan anggaran 3,8 miliar untuk mendukung Agrowisata Cikapek berada lahan seluas 52 hektare yang menjadikannya sebagai lokasi wisata terbesar di Banten.
Kehadiran Agrowisata Cikapek tidak hanya difokuskan pada wisata rekreasi, namun juga pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Diharapkan, kawasan ini menjadi lokomotif baru dalam mendukung peningkatan kesejahteraan warga serta menjadi salah satu ikon pariwisata di Banten.
Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Usep Suparno, menjelaskan bahwa progres pembangunan Agrowisata Cikapek baru mencapai 19 persen. “Sampai saat ini yang sudah selesai dibangun adalah rest area, masjid, serta area parkir. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan sesuai perencanaan,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Usep menambahkan, pembangunan agrowisata ini dimulai pada tahun 2024 dengan alokasi anggaran Rp3,8 miliar. Pada tahun 2025, Pemkab Lebak kembali mengucurkan dana sebesar Rp 8,2 miliar untuk melanjutkan pembangunan tahap kedua. Dengan tambahan ini, berbagai fasilitas utama seperti green house, area camping, dan miniatur Baduy ditargetkan bisa segera terwujud.
“Yang masuk kawasan Cikapek itu nanti totalnya itu kan ada 52 hektare. Nah, untuk area agronya di kisaran kan 30 hektare dan untuk SMA Garuda diplot itu sekitar 20 hektare. Progres pembangunan kisaran 19 persen progresnya memang belum signifikan tapi terus bertahap,” kata Usep.
Baca Juga: Sudah Sebulan Hasil Seleksi Sekda Lebak Menggantung
Pembangunan agrowisata bertahap ini memang menuntut kesabaran, namun pemerintah memastikan setiap tahap yang dilaksanakan akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya tarik kawasan. “Targetnya kalau untuk tahun ini targetnya sampai Desember 2025. Tapi kalau untuk tahapan pembangunan keseluruhan kita baru tahap kedua, tahap kesatu kemarin. Tahap kedua tahun ini tahun depan ada tahap ketiga. Jadi kan enggak multiyears ya. Jadi satu tahun selesai dan satu tahun selesai gitu. Jadi pembangunan yang dialokasikan di sana itu tergantung dari kesiapan anggaran pemerintah,” pungkasnya.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah mengatakan, kawasan agrowisata ini digagas agar Kabupaten Lebak memiliki nilai tambah bagi pengembangan potensi ekonomi lokal, dengan melibatkan masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif. “Agrowisata Cikapek ini dinilai strategi karena berada di jalur menuju wisata unggulan Lebak, yakni Saba Budaya Baduy dan bisa menjadi alternatif berwisata bagi wisatawan,” kata Amir.
“Agrowisata Cikapek dapat segera rampung, sehingga Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata baru berbasis agricultural. Selain itu hadirnya Agrowisata Cikapek juga diharapkan dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menambah pendapatan lokal Kabupaten Lebak,” tandasnya. (mulyana)




















