SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kabar membanggakan datang dari industri Film Indonesia. Pasalnya, ada enam film Indonesia tercatat bakal mejeng di salah satu festival film paling bergengsi Asia, Busan International Film Festival (BIFF) 2025, yang bakal digelar pada 17-26 September 2025.
Menariknya, tidak hanya karya sutradara-sutradara besar seperti Riri Riza dan Kimo Stamboel, tahun ini film debut penyutradaraan aktor Reza Rahadian juga turut ambil bagian.
Berikut adalah enam film Indonesia yang berpartisipasi di Busan International Film Festival 2025:
Mothernet
Disutradarai oleh Ho Wi Ding, film ini akan diputar dalam program Vision-Asia di Busan International Film Festival 2025.
Mothernet bercerita tentang seorang remaja berusia 16 tahun yang menghadapi perubahan besar setelah ibunya koma. Ia dan ayahnya kemudian menggunakan AI sebagai harapan baru.
Dilansir dari laman IMDb, film hasil kolaborasi Indonesia dan Singapura ini dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman, Dian Sastrowardoyo, dan Ali Fikry.
On Your Lap (Pangku)
Pangku adalah debut film panjang Reza Rahadian sebagai sutradara. Berlatar masa krisis ekonomi 1998, film ini mengeksplorasi tradisi “kopi pangku” yang marak di pesisir utara Pulau Jawa.
Bercerita tentang perjuangan seorang ibu yang tengah kesulitan ekonomi, namun terpaksa harus bekerja sebagai pelayan “kopi pangku.”
“Pangku adalah sebuah potret yang sangat personal dan intim tentang ketangguhan seorang ibu, terinspirasi dari kekuatan tak tergoyahkan ibu saya sendiri,” ujar Reza Rahadian.
“Film ini adalah surat cinta untuk beliau, dan untuk semua ibu yang berjuang dalam diam, namun tetap tegar,” tambah Reza yang dikutip dari Variety.com, Rabu (17/9).
Film ini juga diputar di Program Vision-Asia dan menjadi sorotan karena menandai langkah baru Reza Rahadian di dunia perfilman.
Rangga & Cinta
Disutradarai Riri Riza, film ini adalah reproduksi dari film fenomenal Ada Apa Dengan Cinta?.
Bercerita tentang Cinta, seorang siswi ceria dan populer di sekolah, bertemu dengan Rangga, siswa misterius dan penyendiri yang mengalahkannya di lomba puisi. Rasa penasaran membuat Cinta dan Rangga perlahan menjadi dekat.
Dalam balutan gaya gen-Z, film ini akan world premiere dalam program A Window on Asian Cinema di Busan.
The Fox King
Disutradarai Woo Ming Jin, film ini merupakan karya kolaborasi antara rumah produksi Malaysia dan Indonesia.
Dilansir dari laman IMDb, film ini bercerita tentang dua saudara kembar yang memiliki kemampuan telepati, namun ditinggal oleh ayah mereka.
Menghadapi dunia bersama, ikatan persaudaraan mereka diuji setelah datang seorang guru baru (Dian Sastrowardoyo).
Film ini masuk di program A Window on Asian Cinema bersama film Rangga dan Cinta.
Throughout These Cages (Sekat Sekat)
Film pendek berdurasi 16 menit karya Aaron Pratama ini bersaing di Asian Short Film Competition Busan, menjadikannya satu-satunya wakil Indonesia di program ini.
Film ini bercerita tentang Asun dan ibunya Aling yang berkonflik soal renovasi rumah, karena ada masa lalu yang tertinggal.
“Terima kasih yang terdalam kepada panitia seleksi Busan, karena mengakui kisah kami dan memberi kami kehormatan membagikannya kepada dunia,” tulis sang sutradara Aaron Pratama di akun Instagram @pratamaaronn.
Dancing Village: The Curse Begins (Badarawuhi di Desa Penari)
Prekuel dari film horor fenomenal KKN di Desa Penari ini bakal diputar dalam program Special Screenings Busan.
Di dalam negeri, film garapan sutradara Kimo Stamboel ini terbilang sukses mendulang penonton. Film Badarawuhi di Desa Penari berhasil meraup total 4 juta penonton. (jpc)