SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Warga pesisir utara Kabupaten Tangerang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada Kamis, 4 Desember mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kenaikan muka air laut akibat fenomena perigee, jarak terdekat bulan ke bumi, yang bisa memicu banjir pesisir.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang termasuk dalam daftar daerah yang berpotensi terkena rob. “Pada tanggal 4 Desember, potensi ketinggian air laut maksimum meningkat. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir berpotensi terdampak banjir rob,” kata Eko, Selasa (2/12).
Eko mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang tinggal di pesisir pantai, untuk berhati-hati karena rob dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Potensi banjir pesisir berdampak pada aktivitas masyarakat di pelabuhan, seperti bongkar muat, perikanan, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Menanggapi prediksi BMKG, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, memastikan pihaknya selalu siap menghadapi potensi bencana. Menurut Taufik, wilayah yang sering terdampak rob antara lain Kosambi, Teluknaga, Dadap, Tanjung Burung, dan terkadang Desa Ketapang di Kecamatan Mauk.
“Wilayah-wilayah ini memang langganan ROB. Namun BPBD selalu siap menghadapi perkiraan bencana, karena itu salah satu tugas kami,” kata Taufik.
Taufik menambahkan, penanganan rob sama seperti penanganan banjir pada umumnya. Sarana dan prasarana yang disiapkan antara lain perahu karet, rompi pelampung, mesin penyedot air atau alkon, lokasi evakuasi, serta logistik.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tinjau SPPG Parahu, Pastikan MBG Higienis
“Sarana dan prasarana yang ada yaitu sekitar 15 perahu karet untuk evakuasi balita dan manula, 40 rompi pelampung, serta 100 personel BPBD siap diturunkan. Tentu nanti dibantu TNI/Polri, Pemerintahan Desa, Dinas terkait, relawan, RAPI, Tagana, OKP, dan ormas lainnya,” jelasnya.
Selain kesiapan alat dan personel, Taufik juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan segera melapor bila melihat tanda-tanda rob. “Untuk masyarakat, selalu hati-hati dan tidak perlu panik. Apabila melihat tanda-tanda ROB segera laporkan kepada kami,” pungkasnya.
Dengan langkah antisipatif ini, BPBD berharap seluruh warga pesisir Kabupaten Tangerang dapat menghadapi potensi banjir rob dengan aman, serta meminimalkan risiko terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat. (alfian/aditya)




















