SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, melakukan pemeriksaan terhadap penggilingan padi di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Tindakan itu dilakukan, guna memastikan beras yang didapat masyarakat berkualitas baik dan layak dikonsumsi.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten akan menolak beras tidak berkualitas diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengusaha padi agar mengutamakan kualitas, dan tidak mengoplos padi yang sudah digiling.
“Ini kan harus bagus kualitasnya, karena bisa menjadi pasokan pangan bagi masyarakat. Kalau berasnya jelek, bagaimana masyarakat bisa menikmatinya. Kalau kualitasnya bagus, tentu bantuan beras yang diberikan juga akan diterima dengan baik,” katanya, Rabu (17/12/2025).
Andra mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan ketersediaan pangan di Banten. Tindakan itu penting untuk dilakukan sebagai upaya mencegah terjadi krisis pangan, karena akan berdampak negatif terhadap masyarakat.
“Alhamdulillah, pasokan beras di Banten relatif stabil. Stabilitas ini didukung oleh ketersediaan gabah yang melimpah dari hasil panen petani di sejumlah wilayah Banten,” tambahnya.
“Kami memastikan stok beras di Banten aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Ketersediaannya relatif cukup dan kualitas beras yang dihasilkan juga sangat baik,” sambungnya.
Baca Juga: Ratusan Guru Ngaji Dapat Insentif, Andra: Mengaji Wajib, Bukan Ekskul
Andra mengaku, Pemprov Banten terus berupaya menjaga ketersediaan pangan strategis, terutama pada periode akhir tahun yang kerap diikuti peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada para pengusaha padi agar bisa bekerja sama dan tidak melakukan kecurangan.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan proses penggilingan berjalan optimal. Sebagian besar bahan baku gabah yang diolah berasal dari wilayah Banten. Kondisi ini dinilai mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran,” tuturnya.
Kepala Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Serang Eko Nugroho memastikan, ketersediaan beras yang dimiliki pihaknya sebanyak 13.200 ton.
Jumlah itu, kata dia, cukup untuk mengantisipasi dan mengatasi krisis pangan di wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
“Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Natal dan Tahun Baru, serta sampai awal bulan puasa (Ramadan-red),” pungkasnya.
Pemilik Penggilingan Beras PD Karya Muda Pring Mas 2, Andi Darmandi menyampaikan, penggilingan yang dikelolanya memproduksi beras berkualitas baik dengan menyerap gabah petani lokal, meski terdapat pula pasokan pendukung dari luar daerah.
Baca Juga: Dua Mantan Kapolda Banten Berturut-turut Jadi Kapolri, Andra Soni Turut Bangga
“Secara umum kualitas beras di Banten sangat baik. Stok beras relatif terpenuhi, tidak hanya untuk Nataru, tetapi juga hingga memasuki bulan puasa pada Februari 2026,” imbuhnya. (adib)




















