SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Setelah dilakukan selama sepekan penuh, upaya pencarian terhadap seorang santri bernama Hilman Fauzi (15) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cidurian, Desa Renged, Kecamatan Kresek, akhirnya resmi dihentikan.
Keputusan tersebut diambil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang setelah berbagai upaya pencarian tidak membuahkan hasil sejak korban dilaporkan hilang pada Jumat (19/12) lalu.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri selama tujuh hari.
“Pencarian orang tenggelam dihentikan pada 25 Desember lalu, karena sudah tujuh hari korban tidak ditemukan,” kata Ahmad Taufik kepada Satelit News, Senin (29/12).
Menurutnya, penghentian pencarian dilakukan karena tenggang waktu pencarian telah melewati batas maksimal, serta kecilnya kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi selamat. Meski demikian, pihaknya menegaskan seluruh prosedur pencarian telah dijalankan sesuai standar.
“Kami meminta maaf kepada keluarga karena belum berhasil menemukan korban. Namun, kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam proses pencarian ini,” ujarnya, seraya berharap pihak keluarga dapat mengikhlaskan kejadian tersebut.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban bersama dua temannya mendatangi bantaran Sungai Cidurian pada Jumat (19/12) pagi. Ketiganya hendak mencuci jeroan kambing.
“Namun saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke aliran Kali Cidurian, lalu terbawa arus yang cukup deras,” ujar Indra Waspada.
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban jatuh hingga mengikuti arus Sungai Cidurian. Namun, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Debit air yang tinggi, arus sungai yang deras, serta banyaknya ranting dan bambu di sepanjang aliran sungai menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” jelasnya. (alfian/aditya)




















