SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Setiap malam, warga Perumahan Sukatani Permai, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, harus menutup pintu dan jendela rapat-rapat. Asap putih pekat yang diduga berasal dari pembakaran limbah ilegal kerap menyelimuti kawasan perumahan dan mengganggu pernapasan warga, Minggu (8/2/2026).
Asap tersebut tidak hanya menyesakkan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat menyerupai plastik terbakar yang menusuk hidung. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan membuat warga resah, terutama karena terjadi hampir setiap malam.
Salah seorang warga, Rohmat, mengungkapkan bahwa asap biasanya mulai muncul pada dini hari. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, asap juga terlihat pada sore hari.
“Biasanya asap itu muncul sekitar pukul 02.00 dini hari. Beberapa kali bahkan sudah muncul sejak sore hari. Asalnya dari pembakaran limbah di dekat pintu gerbang perumahan,” ujar Rohmat kepada Satelit News.
Menurutnya, tepat di seberang Perumahan Sukatani Permai, di pinggir Jalan Raya Daon–Kukun, terdapat sebuah lapak limbah yang diduga kerap melakukan pembakaran limbah secara rutin. Aktivitas tersebut menghasilkan asap tebal yang menyebar ke area permukiman.
“Memang di depan perumahan, seberang jalan, ada lapak limbah. Hampir setiap malam membakar limbah, asapnya pekat dan baunya sangat mengganggu pernapasan,” ucapnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Rohmat berharap pemerintah kelurahan maupun kecamatan, segera turun tangan dan menindak tegas aktivitas pembakaran limbah tersebut. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut-larut, asap pembakaran dapat berdampak serius terhadap kesehatan warga, terutama anak-anak.
“Kalau dibiarkan, kami khawatir warga terkena ISPA. Asapnya tebal dan baunya menyengat. Pemerintah kelurahan dan kecamatan jangan sampai berdiam diri,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Doni, warga Perumahan Sukatani Permai lainnya. Ia menilai aktivitas pembakaran limbah tersebut sangat mengganggu dan ironisnya, berada tidak jauh dari kantor pemerintahan setempat.
“Lokasinya tidak jauh dari kantor kecamatan dan kelurahan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan apa pun,” katanya.
Sementara itu, Camat Rajeg, Oman, belum memberikan pernyataan saat dikonfirmasi SatelitNews terkait keluhan warga mengenai aktivitas pembakaran limbah di wilayah Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg. (alfian/aditya)




















