SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik membuat ibu rumah tangga di Kecamatan Tigaraksa kian resah. Menjelang Ramadan, harga ayam boiler dan cabai rawit merah terpantau masih tinggi, bahkan disebut-sebut terus melambung.
Seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Tinah, mengeluhkan harga ayam boiler yang kini menembus Rp33 ribu per kilogram. Tak hanya itu, cabai rawit merah bahkan mencapai Rp170 ribu per kilogram.
“Awal-awal Ramadan, harga ayam masih sangat tinggi. Selain ayam, harga cabai rawit merah juga sangat mahal saat ini,” kata Tinah, warga Kampung Katomas, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, lonjakan harga ini sudah terasa meski belum mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Di tingkat pedagang, harga cabai rawit merah sudah menyentuh Rp170 ribu per kilogram, sementara ayam boiler Rp33 ribu per kilogram. Selain itu, harga telur ayam kini mencapai Rp30 ribu per kilogram.
“Bagaimana nanti ketika mendekati hari raya, bisa makin tinggi harga komoditas ini. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera bergerak untuk menekan harga kebutuhan pokok agar kembali normal,” tandasnya.
Kenaikan harga ini juga dibenarkan Daeng, pedagang ayam boiler di Jalan Raya Aria Jaya Sentika, Kampung Gudang, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa. Ia mengaku harga ayam memang sedang tinggi dan belum stabil.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
Biasanya, kata dia, harga normal ayam boiler hanya Rp28 ribu per kilogram. Namun kini menembus Rp33 ribu per kilogram. Untuk bobot tertentu, harga pun ikut terdongkrak. Ayam berbobot 1,2 kilogram dijual Rp40 ribu, 1,3 kilogram Rp43 ribu, 1,4 kilogram Rp46 ribu, dan 1,5 kilogram Rp50 ribu.
“Harga ayam memang saat ini sedang naik dan belum stabil. Karena biasanya kalau stabil per kilogram saya jual Rp28 ribu,” katanya.
Menurut Daeng, harga ayam boiler berpotensi terus merangkak naik hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M tiba. Meski belum bisa memastikan angka pastinya, ia memperkirakan harga bisa saja menembus Rp55 ribu per kilogram.
“Biasanya nanti bakal naik lagi kalau mendekati hari raya. Cuma belum tahu bakal tembus di harga berapa, bisa jadi Rp55 ribu per kilogramnya,” ucapnya.
Ia juga mengakui, kenaikan harga berdampak pada jumlah pembeli yang datang ke lapaknya. Jika biasanya ramai, kini pembeli cenderung berkurang. (alfian/aditya)




















