SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang menjadi sorotan publik. Sajian menu yang dinilai minimalis memicu protes dan viral di media sosial, setelah sejumlah penerima manfaat menilai porsi yang diberikan belum mencukupi kebutuhan gizi.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, memastikan pihaknya segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap menu yang disalurkan.
Sorotan itu bermula dari unggahan foto dan video yang beredar luas di media sosial. Dalam narasi yang menyertainya, masyarakat memprotes menu MBG yang hanya terdiri dari susu kotak, kacang, dan pisang. Pada unggahan lainnya disebutkan, menu MBG di SDN Sukamulya 2 Kabupaten Tangerang hanya meliputi roti, kacang, pisang, dan telur puyuh.
Menanggapi hal tersebut, Priyo menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan.
“Saya turut prihatin dengan adanya menu dalam artian minimalis tersebut. Selaku koordinator, saya meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Pastinya kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi dari setiap kejadian,” ujar Priyo kepada Satelit News, Selasa (3/3/2026).
Terkait isu ketidaksesuaian harga porsi MBG, Priyo menjelaskan bahwa menu minimalis tersebut turut dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan, seperti telur, kurma, dan susu. Kondisi itu berdampak pada struktur pembiayaan penyediaan menu oleh SPPG.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
Ia merinci, alokasi anggaran MBG ditetapkan minimal Rp8 ribu per porsi untuk balita dan siswa kelas 1–3 SD. Sementara untuk siswa kelas 4–6 SD, SMP, SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui, anggarannya sebesar Rp10 ribu per porsi.
Sebagai langkah antisipasi, SPPG Kabupaten Tangerang meminta seluruh pelaksana mencantumkan label harga pada setiap item makanan yang didistribusikan, guna memastikan transparansi.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan penjelasan kepada orang tua atau wali murid agar mengetahui harga per item menu tersebut,” tuturnya. (alfian/aditya)




















