SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan pembinaan tahap II Kafilah Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Yasmin, Jumat (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan para kafilah yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat Provinsi Banten.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa pembinaan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari proses pembinaan bagi para duta terbaik Kabupaten Tangerang yang akan mewakili daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi.
“Kita hadir dalam rangka melaksanakan pembinaan tahap kedua bagi duta-duta terbaik Kabupaten Tangerang dalam rangka persiapan MTQ ke-23 tingkat Provinsi Banten tahun 2026,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan, capaian empat kali juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten yang pernah diraih Kabupaten Tangerang merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para peserta, pembina, kiai, dewan hakim, serta doa seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Raihan empat kali juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan, kerja keras, tekad, serta pengorbanan dari duta-duta terbaik daerah, para kiai, pembina, dewan hakim, dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Ia menambahkan, prestasi yang telah diraih tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan pada ajang MTQ mendatang.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Kita boleh mempunyai mindset dan tujuan untuk kembali meraih juara untuk kelima kalinya. Persiapannya sudah dijalankan secara matang dan berkelanjutan. Proses tidak akan mengkhianati hasil. Apa yang kita lakukan hari ini, insyaallah tidak akan mengecewakan hasilnya,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan pesan kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, dan pendamping agar tetap menjaga semangat dalam mengikuti pembinaan. Menurutnya, target menjadi juara merupakan hal yang wajar, namun tujuan utama dari kegiatan MTQ tidak boleh dilupakan, yakni untuk terus mengumandangkan syiar Islam di tengah masyarakat.
“Terus semangat karena kiai-kiai hadir semua. Ketulusan dan keikhlasan untuk terus belajar harus dijaga. Kita punya tujuan dan niatan mulia untuk menjadi juara. Namun keberhasilan kita bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana syiar Islam ini dapat diterima oleh masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (aditya)




















