SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pelaksanaan work from home (WFH) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tangerang mendapat pengawasan langsung. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah ASN yang bekerja secara daring, Jumat (17/4/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan, peninjauan kali ini menyasar langsung ASN yang menjalankan WFH. Salah satu yang dikunjungi adalah rumah Sri, staf di Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, yang berada di wilayah Kecamatan Kelapa Dua. Soma menegaskan, kegiatan tersebut dilakukan secara spontan.
“Kita melakukan pengecekan atau peninjauan langsung bersama BKPSDM ke rumah Ibu Sri, staf di Setda. Tentunya ini dilakukan secara spontan,” ujar Soma Atmaja kepada Satelit News, Jumat (17/4/2026).
Saat dikunjungi, Sri tengah menjalankan tugasnya secara daring dari rumah. Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa program WFH di Kabupaten Tangerang tetap berjalan dengan baik tanpa mengurangi produktivitas ASN.
“Kita ingin membuktikan, meskipun WFH produktivitas tetap terjaga tanpa mengeluarkan BBM setetes pun. Karena mereka bekerja dari rumah tanpa mengurangi kinerjanya,” katanya.
Menurut Soma, pelaksanaan WFH ini akan dipantau selama dua bulan ke depan dengan evaluasi rutin setiap pekan. Setelah itu, kinerja ASN yang menjalankan sistem kerja tersebut akan dievaluasi, khususnya bagi staf dan eselon IV.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Setelah dua bulan program WFH ini berjalan, nanti akan kita lakukan evaluasi,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang, Beni Rahmat, menambahkan, jumlah ASN yang menjalankan WFH setiap Jumat mencapai 1.569 orang dari 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menegaskan, ASN yang mengikuti WFH bukan berasal dari unit pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Total ASN yang menjalankan WFH setiap pekannya sebanyak 1.569 ASN dari 25 OPD yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya. (alfian/aditya)




















