SATELITNEWS.COM, SERANG – Regenerasi petani muda saat ini, menjadi salah satu fokus Pemprov Banten. Oleh karena, generasi tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, Nasir M Daud mengatakan, regenerasi petani menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Keterlibatan generasi muda perlu terus didorong, agar sektor pertanian mampu berkembang lebih modern, produktif, dan memiliki daya saing,” katanya, Jumat (7/8/2026).
Nasir menjelaskan, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produksi, tetapi juga oleh kesiapan generasi muda untuk menjadi pelaku utama di sektor pertanian.
“Pemprov Banten mendukung berbagai upaya yang membuka akses pasar, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memberikan kepastian usaha bagi petani muda, agar semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian,” tambahnya.
Nasir mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu, dengan melakukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Baca Juga: Ratusan Guru Ngaji Dapat Insentif, Andra: Mengaji Wajib, Bukan Ekskul
“Sinergi tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat Banten,” ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten, Annisa Maharani Alzahra Mahesa mengatakan, pihaknya komitmen untuk terus memperkuat regenerasi petani melalui penjaringan pelaku usaha tani berusia di bawah 40 tahun.
“Program tersebut, dilakukan hingga tingkat kabupaten dengan pendampingan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, sekaligus membuka akses pasar melalui skema penjualan langsung kepada pengguna akhir,” ungkapnya.
Annisa meyakini, dunia pertanian di Banten akan kembali berjaya, apabila generasi petani muda bisa mendapatkan perhatian serius pemerintah. Tindakan itu menjadi magnet tersendiri, untuk meningkatkan minat generasi muda di dunia pertanian.
“Melalui pendampingan di daerah, hasil pertanian petani muda kini mulai terserap langsung untuk memenuhi kebutuhan dapur program pemerintah. Dengan pola ini, petani memperoleh kepastian pasar, sekaligus harga jual yang lebih baik,” pungkasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Pandeglang, Nufus menjelaskan, pemasaran hasil pertanian secara langsung mampu meningkatkan nilai ekonomi petani muda.
Baca Juga: Dua Mantan Kapolda Banten Berturut-turut Jadi Kapolri, Andra Soni Turut Bangga
Dia mencontohkan, harga jagung manis yang sebelumnya sekitar Rp6.000 per kilogram di pasar induk dapat meningkat menjadi Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram melalui penjualan langsung kepada pengguna akhir.
“Bahkan, pasokan 10 ton hasil panen petani muda di Kecamatan Mandalawangi dilaporkan habis terserap dalam waktu tiga hari,” tuturnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, selain membahas regenerasi petani, pertemuan itu juga memaparkan rencana pelaksanaan gerakan Satu Desa Satu Hektar untuk pengembangan komoditas jagung pipil kering, yang ditargetkan mulai berjalan pada awal musim hujan Oktober 2026.
“Program ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan bahan baku industri pakan ternak di Provinsi Banten, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi petani muda,” terangnya.
Andra meyakini, melalui kolaborasi antara Pemprov Banten dan Pemuda Tani Indonesia, akan semakin banyak generasi muda yang berkiprah di sektor pertanian, sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini, merupakan salah satu upaya kita dalam mewujudkan swasembada pangan, seperti yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya. (adib)




















