SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebuah gudang wifi dan satu unit mobil pick up di Kampung Cayur, RT 04/RW 01, Desa Ranca Ilat, Kecamatan Kresek, hangus dilalap api, Jumat (7/8). Kebakaran yang diduga dipicu pembakaran sampah itu mengakibatkan pemilik mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah di belakang gudang. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan gudang.
“Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 13.52 WIB, diduga akibat rambatan api dari pembakaran sampah yang membesar karena tertiup angin. Di dalam gudang juga terdapat satu unit mobil pick up yang sedang diparkir dan ikut terbakar,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Jumat (7/8).
Menerima laporan kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Tim dari Pos Damkar Kronjo, Pos Balaraja, dan Pos Cisoka diberangkatkan pada pukul 14.10 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.26 WIB dengan jarak tempuh sekitar 5,3 kilometer.
Petugas kemudian berjibaku selama kurang lebih 30 menit untuk menjinakkan kobaran api yang telah melalap bangunan gudang beserta satu unit mobil pick up. Setelah proses pemadaman, petugas melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Saat ini api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan juga telah selesai,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
Taufik memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik gudang harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah karena berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca berangin.
“Korban jiwa ataupun luka nihil. Hanya saja pemilik gudang mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp150 juta. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah agar hal serupa tidak terjadi kembali,” katanya. (alfian/aditya)




















