SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Hanafi (49), buruh harian lepas asal Kampung Galih, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, ditemukan tewas di belakang rumahnya sendiri, Kamis (13/8). Ia diduga meninggal dunia setelah tersengat kawat pagar beraliran listrik yang dipasangnya sendiri di sekitar kandang ayam dan bebek miliknya.
Jasad Hanafi pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Usuf (43), yang saat itu sedang mencari rumput untuk pakan kambing di sekitar rumah korban.
Kapolsek Cisoka IPTU Aditya Surya Sakti mengatakan, Usuf menemukan korban dalam posisi duduk menyandar di tembok sambil memegang kawat yang masih teraliri listrik.
“Ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar bernama Usuf (43). Saat itu, Usuf tengah mencari rumput untuk pakan kambing di belakang rumah korban. Saksi melihat korban dalam posisi duduk menyandar di tembok sambil memegang kawat yang teraliri listrik,” kata Aditya kepada Satelit News, Kamis (13/8).
Melihat kondisi korban yang sudah terbaring kaku, Usuf kemudian memanggil kepala dusun bernama Budi (50). Budi yang tiba di lokasi melihat kawat di sekitar rumah masih dialiri listrik. Ia pun berinisiatif mematikan meteran listrik rumah korban sebelum mendekat.
“Setelah itu, mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Cisoka. Tak lama setelahnya, personel piket fungsi Polsek Cisoka tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan TKP. Saat diperiksa, korban dipastikan sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
Menurut Aditya, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga tidak sengaja memegang kawat yang dialiri listrik.
Kawat tersebut sebelumnya sengaja dipasang Hanafi di sekitar kandang ayam dan bebek miliknya sebagai pengaman dari gangguan hewan liar maupun pencuri.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban. Keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni dan menolak dilakukan otopsi.
“Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan otopsi. Saat ini jenazah langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” katanya. (alfian/aditya)




















