SATELITNEWS. ID, TANGERANG—Kasus kekerasan yang melibatkan gangster awal pekan ini ternyata tak hanya menyebabkan seorang gadis berinisial FP terluka berat. Anak berusia 14 tahun yang kini dirawat di RSU Kabupaten Tangerang itu merupakan 1 dari 8 korban pembacokan serupa.
FP yang merupakan warga Kecamatan Cibodas ini mendapat luka bacokan senjata tajam di wajah sebelah kanannya. Penyerangan terhadap FP dilakukan di Cadas, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Ternyata, terdapat tiga korban lainnya yang mengalami nasib serupa. Ketiganya merupakan teman FP yakni MF (18), NPI (16) dan BW (23). Seluruhnya warga Kota Tangerang.
Dari laporan Unit Reskrim Polsek Sepatan yang diterima Satelit News, peristiwa ini terjadi pada Minggu, (5/12/2012) di Jalan Raya Mauk, Kampung Cadas, Kabupaten Tangerang. Saat itu, sekira pukul 04.00 WIB dini hari, FP bersama teman-temannya itu berencana akan pulang ke rumah masing-masing.
Namun, mereka diadang oleh kawanan yang membawa senjata jenis celurit. Kawanan tersebut langsung menyerang FP dkk. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga merampas tiga unit sepeda motor milik korban.
“Para pelaku memukuli korban dan teman-teman korban serta melukai korban dengan sebilah celurit. Lalu mengambil tiga unit sepeda motor korban dan teman korban,”bunyi laporan tentang dugaan tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan dan atau pengeroyokan sebagaimana dimaksud Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP tersebut, Selasa (7/12/2021).
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Atas kejadian ini korban mengalami luka-luka. MF mengalami luka memar di bagian paha, tangan dan pergelangan kanannya dan luka pada bagian paha serta siku tangan. Kemudian, korban NPI mengalami luka robek di lengan tangan kiri dan pinggang akibat dibacok menggunakan senjata tajam.
“Korban BW mengalami luka robek di bagian lengan kiri akibat dibacok dengan menggunakan senjata tajam serta luka lecet di bagian lutut dan atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekira Rp 22 juta. Korban melaporkannya ke Polsek Sepatan guna proses lebih lanjut.”
Dalam laporan bernomor LP/B/204/XII/2021/SPKT/SEK.SPT/RESTRO TNG KOTA/PMJ ini polisi telah mengamankan barang bukti 1 STNK sepeda motor jenis Honda Beat matic. Kemudian, tiga lembar surat pengantar Visum Et Revertum. Sejauh ini, polisi masih menyelidiki pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan empat orang tersebut bukan diserang gangster. Melainkan sedang melakukan tawuran.
Menurut Abdul Rachim, saat itu, FP cs hendak pulang setelah melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Jatiuwung pada Sabtu, (4/12/2021). Kemudian, diadang oleh kawanan bersenjata tajam yang diduga lawannya di wilayah Kecamatan Sepatan.
“Itu awalnya malam Minggu (Sabtu/4/12/2021) mereka kayak tawuran di Jatiuwung, terus jam 4 pagi pulang ke Sepatan terus dicegat lawannya mungkin. Ini saya dari Kanit Reskrim Sepatan hasil dari pemeriksaan korban,”ujar Abdul Rachim.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi
Di hari bersamaan diketahui juga terdapat 4 remaja lainnya yang mengalami nasib serupa. Mereka adalah Ardiansyah, Alpin, Ipul dan Guntur. Empat orang itu diserang kawanan bersenjata tajam di kawasan komplek Grand Tomang, Periuk, Kota Tangerang.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika keempatnya hendak menonton balapan liar di Cadas, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/12/2021). Sekira pukul 04.00 WIB mereka pun mendapat serangan tak terduga oleh kawanan bersajam yang mengendarai 6 motor di kawasan komplek Grand Tomang, Periuk, Kota Tangerang.
“Jadi awalnya mau nonton balap tiba-tiba diserang gangster. Lokasi jalannya ke arah turunan arah SMP 12 turunan ke danau, masuknya Tomang (perumahan),” ujar salah satu korban, Ipul di rumahnya Kampung Gebang, Sangiang, Kota Tangerang, Selasa (7/12).
Ipul mengatakan saat hendak ke lokasi balapan liar dia berkonvoi bersama temannya yang berjumlah 10 orang dengan mengendarai 5 motor. Saat di jalan tersebut mereka dihadang oleh kawanan yang sudah mengacungkan senjata tajam dari arah yang berlawanan.
“Pas ketemu itu udah ngacungin kaya celurit,” ungkapnya.
Saat melihat kawanan tersebut mereka berusaha menghindar dengan putar arah. Namun, dikejar sehingga tak sempat menghindari serangan. Empat orang mengalami luka-luka. Sisanya berhasil selamat.
“Guntur kena di punggung, Alpin kepala bagian kanan, Ian (Ardiansyah) kena di kepala belakang, luka terparah Ardiansyah. Saya kena di dahi. Luka bacokan,” kata Ipul.
Ipul mengatakan pihaknya sempat melakukan perlawanan namun tak sebanding dengan kawanan gangster yang menggunakan senjata tajam dan berjumlah belasan. Pihak Ipul pun berpencar untuk menghindari serangan itu.
“Pas saya kena itu mencar semua, misah. Pada ngumpul di rumah Ardian,” katanya.
Tak hanya menyerang, kawanan tersebut rupanya merampas motor dan handphone korban. “Motor sama Hp yang ilang. Motornya Guntur,” imbuhnya.
Para korban pun setelah itu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Kini, mereka telah berada di rumah masing-masing.
Kata Ipul, pihaknya memang belum melaporkan peristiwa tersebut pada pihak berwajib. Namun dia berharap, polisi dapat menangkap pelaku penyerangan tersebut.
“Ya biar ketangkep aja semuanya, dan temen juga ibaratnya minta motor balik lagi gitu. Itu doang harapannya,” katanya.
Sementara itu Abdul Rachim mengatakan untuk kasus empat remaja itu pihaknya belum mendapat laporan. “Belum ada yang laporan, saya sudah cek Polsek belum ada laporan, walaupun heboh di media,” pungkasnya. (irfan)
























