Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Dindik Kota Tangerang Padukan Pembelajaran Online dengan Tatap Muka

Mayoritas Orangtua Tak Setuju Sekolah Dibuka

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 4 Jun 2020 10:00 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Dindik Kota Tangerang Padukan Pembelajaran Online dengan Tatap Muka

PENYEMPROTAN DI SEKOLAH : Petugas PMI Kota Tangerang menyemprotkan cairan disinfektan di SDN Tangerang 1, Kota Tangerang, Rabu, (3/6). Penyemprotan tersebut sebagai persiapan jelang dimulainya aktivitas belajar mengajar kembali di sekolah setelah memasuki masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) menuju penerapan new normal. (DEDE KURNIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Pendidikan Kota Tangerang telah menyiapkan berbagai skema kegiatan belajar mengajar (KBM) jika New Normal diterapkan. Salah satunya ialah dengan memadukan penerapan pembelajaran online dengan tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia menjelaskan, nantinya setiap kelas akan dibagi menjadi dua kelompok belajar. Masing-masing kelompok akan secara bergantian  melakukan tatap muka di sekolah setiap harinya.

“Jadi satu kelas ada kelompok A dan B. Misalnya kelompok A Seninnya masuk dan yang B nya belajar online di rumah. Besoknya si B yang masuk,” ujarnya kepada Satelit News, Rabu (3/6).

Selain skema pelaksanaan New Normal, kata Masyati, pihaknya juga telah mempersiapkan skema KBM tahun ajaran baru jika nantinya diundur hingga Januari 2021. Diketahui, jika mengikuti jadwal normal, KBM tahun ajaran baru seharusnya mulai dilaksanakan 13 Juli 2020.

Untuk mengisi kekosongan, pihaknya akan menerapkan belajar online melalui aplikasi Tangerang Live. Disana akan terdapat menu pembelajaran untuk anak didik.

“Kita belum ada kepastian tuh, sampai Januari kan anak-anak jiga harus diisi dengan materi walaupun kurikulumnya belum ada ketentuan. Tapi tetap kita merancang adanya pembelajaran,” katanya.

Baca Juga: Gedong Tinggi Ciledug Dibongkar, Pemkot Tangerang Kaji Sisa Bangunan untuk Rekonstruksi

Skema lainnya, lanjut Masyati, ialah dengan memberlakukan tatap muka. Bedanya, pada skema ini anak murid akan dibagi kelompok sesuai lokasi tempat tinggal mereka. Setelah kelompok itu terbentuk barulah para guru akan mendatangi ke rumah murid tersebut.

“Ini kita masih mengemas skema guru mendatangi murid berdasarkan pengelompokan lokasi mereka tinggal. Tapi kalau untuk New Normal kita lakukan pembagian dua kelompok itu,” katanya.

BeritaTerbaru

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB

Masyati juga mengaku telah memerintahkan para ahli untuk mengemas materi pembelajaran agar lebih padat. Sebab, dia menginginkan agar pembelajaran secara tatap muka tidak memakan waktu lama.

“Jadi sudah dikemas, dipadatkan juga ditaruh di aplikasi,” terangnya.

Meski skema telah dibuat, Masyati mengaku masih menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai kapan pelaksanaan new normal dan tahun ajaran baru.

“Kita masih nunggu. Namun kita mempersiapkan apa yang jadi kewenangan kita,”ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Renungan Suci HUT ke-81 RI

Dari Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan pemerintah menegaskan belum bisa memastikan kapan sektor pendidikan akan beroperasi secara optimal di tengah pandemi corona. Artinya, fasilitas pendidikan akan tetap tutup hingga waktu yang belum ditentukan.

“Dibandingkan sektor-sektor lain, kemungkinan sekolah adalah sektor yang paling terakhir,” kata Muhadjir.

Muhadjir tak memungkiri bahwa berdasarkan skenario yang telah dirancang sebelumnya bahwa kemungkinan berbagai fasilitas pendidikan akan kembali beroperasi seperti sekolah maupun perguruan tinggi akan dibuka pada akhir tahun atau bahkan awal tahun baru.

“Itu hanya ancar-ancar saja. Kalau menurut kalender itu pertengahan Juli. Tapi Kemenko PMK tidak merekomendasikan skenario masuk sekolah pada waktu tersebut,” katanya.

Muhadjir menegaskan bahwa alasan pemerintah tak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan kapan sekolah akan dibuka. Pemerintah masih mengkalkulasi dampak yang bisa ditimbulkan di tengah new normal.

“Risikonya tidak bisa dihitung dengan mudah akibat dari pengurangan pembatasan atau pembukaan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan polling terhadap rencana kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hasilnya, mayoritas orang tua tidak setuju kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dilakukan saat tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang. Namun, mayoritas guru dan murid justru setuju.

Dari 196.546 responden orang tua murid, sebanyak 129.937 atau 66 persen tidak setuju. Mereka cemas terkena dampak pandemi virus corona (Covid-19) Hanya 66.609 atau 34 persen yang setuju.

“Data sebaliknya dari orang tua terjadi pada hasil polling anak,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti lewat siaran pers, Rabu (3/6).

Mayoritas orang tua tidak setuju karena menganggap penularan virus corona masih cenderung tinggi. Mereka cemas anaknya tertular di perjalanan menuju dan pulang dari sekolah.

Tak sedikit pula yang cemas dengan fasilitas sekolah. Misalnya, jumlah wastafel untuk cuci tangan yang minim dan jarang ada sabun untuk cuci tangan di toilet sekolah. Orang tua juga menilai selama ini toilet sekolah cenderung tidak bersih dan air yang terbatas.

Sementara itu, dari responden siswa sebanyak 9.643 orang, 63,7 persen diantaranya setuju kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dilakukan mulai tahun ajaran baru pertengahan Juli mendatang. Hanya 36,3 persen yang tidak setuju.

“Tampaknya anak-anak sudah ingin segera sekolah, mereka mulai jenuh di rumah saja. Mereka rindu kebersamaan dengan teman-temannya,” kata Retno.

Kemudian, 54 persen dari 18.111 responden guru juga setuju kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah pada tahun ajaran baru 13 Juli yang akan datang. Ada 46 persen guru yang menolak.

“Guru yang setuju dan tidak setuju berbeda tipis, hanya sekitar 8%, tetapi tetap lebih banyak yang setuju. Kemungkinan para guru juga sudah rindu murid-muridnya,” kata Retno.

Polling dilakukan terhadap responden di 5 provinsi dan 91 kabupaten atau kota. Mereka mengisi angket berisi kuisioner yang disebar KPAI lewat Facebook, email dan WhatsApp sepanjang 26-28 Mei. Responden orang tua sebanyak 196.559 orang, murid 9.643 dan guru 18.111 orang.

Mayoritas responden orang tua bekerja sebagai ibu rumah tangga, yakni sebanyak 84.155 orang atau 43 persen. Sisanya, 43.013 orang atau 22 persen pegawai swasta, 31.553 atau 16 persen pegawai negeri, 19.669 orang atau 10 persen wiraswastawan dan lain-lain 9 persen atau 31.553 orang.

Kemudian, mayoritas responden siswa yang mengisi polling angket adalah siswa SMA sederajat yakni 42 persen. Diikuti siswa SMP sederajat dengan 34 persen dan SD sederajat 23,1 persen.

Responden guru yang mengisi polling angket mayoritas adalah guru jenjang SMP sederajat, yakni 27,8 persen. Diikuti guru jenjang SD sederajat 26,3 persen, lalu guru jenjang SMA sederajat 23 persen dan 12,7 persen guru jenjang SMK. Ada 9 persen guru sekolah luar biasa dan 1,2 persen guru jenjang TK sederajat yang turut mengisi angket. (irfan/jpg/gatot)

Tags: belajar onlinedinas pendidikan kota tangerangnew normalpemkot tangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Layanan SIM Keliling Tangsel Jumat 3 Juli 2026, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Sabtu 5 September 2026, Cek di Sini Jadwalnya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:21 WIB
SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangerang

SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi

Sabtu, 5 Sep 2026 07:19 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Kota Tangsel

SIM Keliling Jakarta Sabtu 5 September, Cek di Sini Lokasinya

Sabtu, 5 Sep 2026 07:18 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

PENGUKUHAN -- Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, di Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (4/9/2026). (ISTIMEWA)

Sofwan Kurnia Pimpin BI Banten, Dewi Setiani Dorong Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah

Jumat, 4 Sep 2026 14:27 WIB
Karyawan Pergoki Pemuda Curi Laptop dan iPhone di ITC BSD

Karyawan Pergoki Pemuda Curi Laptop dan iPhone di ITC BSD

Jumat, 4 Sep 2026 07:34 WIB
Bakar Sampah, Lahan Kosong di Karawaci Terbakar hingga 200 Meter Persegi

Bakar Sampah, Lahan Kosong di Karawaci Terbakar hingga 200 Meter Persegi

Rabu, 2 Sep 2026 14:36 WIB
15 Perusahaan Masuk Final Corporate Awards Kabupaten Tangerang Tahun 2026

15 Perusahaan Masuk Final Corporate Awards Kabupaten Tangerang Tahun 2026

Selasa, 1 Sep 2026 01:50 WIB
Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi

Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi

Jumat, 4 Sep 2026 17:53 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.