SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat ada 14 rumah di dua kecamatan di Lebak terdampak bencana longsor. Dari jumlah terdampak, 8 unit di antaranya mengalami rusak berat, sementara sisanya sedang dan ringan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa yang terjadi pada 3 Maret 2024 jelang malam tersebut. Namun pemilik rumah terpaksa diungsikan ke rumah kerabatnya. “Di Kecamatan Cilograng ada 11 unit rumah yang terdampak, meliputi 9 unit di Desa Ciherang dengan kategori 5 rusak berat, empat rusak ringan dan sedang. Desa Warung Banten terdapat 2 rumah kategori rusak sedang karena yang terdampak hanya bagian belakang rumahnya saja sehingga tak diusngsikan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Senin (4/3/2024).
Tak hanya di Cilograng, bencana longsor juga melanda tiga rumah di Kecamatan Malingping tepatnya di Desa Pasirhaur. Kata Febby, ketiga rumah tersebut rusak berat dan pemiliknya terpaksa diungsikan ke rumah kerabat terdekatnya. “Kalau yang di Malingpin itu sebenarnya satu rumah kejadiannya sudah beberapa hari, kondisinya rusak berat. Alhamdulilah untuk korban jiwa tidak ada,” tutur Febby.
Bencana longsor yang ditimbulkan akibat cuaca buruk tersebut kata Febby, tim BPBD sudah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan terhadap rumah yang terdampak sembari mendistribusikan bantuan logistik.
“Kita coba akan usulkan untuk dana tunggu hunian ke pemerintah daerah dan untuk pembangunan rumah kita akan coba koordinasi dengan Dinas Perkim. Sambil menunggu hasil asesmen apakah lokasi setempat masih layak dibangun kembali atau tidak (dipindahkan),” ungkap Febby.
Kabupaten Lebak saat ini terus diguyur hujan dengan intensitas lama. Potensi bencana pun bisa terjadi oleh karenya, masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai potensi tersebut. “Harus selalu waspada khususnya di daerah rawan longsor dan banjir, karena saat ini Kabupaten Lebak kerap diguyur hujan dari sore hingga malam,” tandasnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Pemilik rumah sekaligus korban longsor Aisyah di Kecamatan Malingping mengatakan, longsor terjadi pada dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Berawal dari hujan deras dan tiba-tiba terjadi longsor seketika rumahnya ambruk pada bagian dapur dan ruang tamu. “Jadi malam hujan deras, sebelumnya longsor terdengar seperti ada yang jatuh dan tiba-tiba longsor. Alhamdulillah saya bisa menyelamatkan diri,” kata Aisyah.
Aisyah menyebutkan, saat ini kondisinya dalam keadaan selamat dan untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi rumah yang ambruk. “Saya mengungsi ke rumah saudara, untuk sementara. Karena kondisi rumah rusak berat,” ujarnya.(mulyana)
























