SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Buah apel adalah buah yang paling umum ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Pasalnya, terdapat banyak variasi apel dari warna, bentuk, ukuran, hingga rasanya. Karena itu semua orang dapat menemukan apel yang mereka sukai.
Dilansir dari Healthline, apel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita juga. Apel dapat menurunkan resiko kanker, diabetes hingga penyakit jantung.
Selain itu, apel juga bagus untuk pencernaan, kesehatan otak hingga membantu menjaga berat badan.
Dalam 200 gram apel, rata-rata ditemukan 104 kalori, 28 gram karbohidrat, dan 5 gram serat. Dalam 200 gram apel tadi, terdapat vitamin C yang sangat besar hingga dapat memenuhi 10 persen kebutuhan per hari. Tidak hanya itu, 5 persen kebutuhan potasium, 4 persen kebutuhan vitamin K, dan vitamin lainnya.
Dapat membantu diet
Apel kaya akan serat dan air, sehingga membuat kita lebih cepat merasa kenyang. Pada sebuah penelitian, memakan satu buah apel lebih membuat kita cepat kenyang daripada meminum jus apel pada berat yang sama.
Terdapat penelitian pula yang menemukan konsumsi apel dapat mengurangi angka BMI tubuh, dimana semakin berat dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
Menstabilkan kadar gula darah
Dilansir dari Cleveland Clinic, pada wawancara dengan ahli nutrisi Amber Sommer, makanan yang tinggi serat dan rendah gula seperti apel dapat menjaga tingkat glukosa kita.
Tingkat glukosa yang tinggi dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Dan pada sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 38.000 orang yang mengkonsumsi sebuah apel sehari, ditemukan bahwa mereka memiliki 28 persen resiko lebih kecil terkena diabetes.
Selain itu antioksidan pada apel dapat melindungi pankreas kita dari kerusakan. Pankreas kita sangat penting dalam kasus ini, karena pankreas memproduksi insulin yang menghilangkan glukosa dari tubuh kita.
Bagus untuk jantung kita
Apel sering dikaitkan sebagai buah yang dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Hal ini karena ditemukan bukti bahwa mengkonsumsi apel dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Apel juga memiliki polyphenol yang dapat menurunkan tekanan darah. Sehingga mengurangi resiko terkena stroke.
Antioksidan dan serat pada apel juga dapat mengurangi tingkat kolesterol pada tubuh. Kolesterol yang tinggi dapat menyumbat arteri kita dan mempersulit peredaran darah yang baik.
Terdapat beberapa penelitian dimana orang-orang dengan kolesterol tinggi mengkonsumsi beberapa apel per hari, dan ditemukan penurunan tingkat kolesterol sebanyak 5 hingga 8 persen.
Bagus untuk pencernaan
Apel mengandung pectin, satu tipe serat yang bekerja sebagai probiotik untuk bakteri-bakteri baik pada perut kita.
Serat tidak bisa dicerna oleh tubuh kita, tapi bakteri-bakteri baik dapat mencernanya. Selain itu, quercetin pada apel dapat membunuh bakteri-bakteri buruk pada perut kita.
Anti kanker
Antioksidan pada apel dapat melawan pertumbuhan sel tumor pada paru-paru, payudara dan pencernaan.
Polyphenol pada apel dapat menjaga tubuh kita dari pertumbuhan sel kanker yang cepat dan berbahaya untuk tubuh kita.
Pada sebuah penelitian yang melibatkan para perempuan, ditemukan konsumsi apel yang tinggi dapat mengurangi resiko kematian akibat kanker.
Membantu melawan peradangan
Apel kaya akan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan yang disebabkan oleh infeksi dan kerusakan lapisan tubuh. Salah satunya adalah peradangan yang terjadi karena alergi. Biasanya menyebabkan asma.
Quercetin pada kulit apel dapat mengontrol sistem imun dan mengurangi inflamasi. Sehingga mempermudah pernapasan.
Melindungi fungsi otak
Quercetin pada apel juga dapat melindungi otak kita dari stres oksidasi. Pada sebuah analisa dari 14 penelitian pada hewan, ditemukan quercetin dapat mencegah alzheimer.
Selain itu, ditemukan pula pada orang-orang yang tidak mengkonsumsi cukup buah dan sayuran mengalami kesehatan mental yang lebih buruk. (jpc)