SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten bersama kabupaten/kota di Banten mulai melaksanakan program Luas Tambah Tanam (LTT). Tujuannya, selain memaksimalkan hasil panen padi, juga sebagai upaya menjaga areal pertanian agar tidak terus menyusut.
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, luasan lahan baku sawan di semua wilayah Provinsi Banten seluas 197.845 hektare. Di Kabupaten Lebak seluas 52.052 hektare, Kabupaten Pandeglang 52.373 hektare, Kabupaten Serang 48.050 hektare.
Selanjutnya di Kabupaten Tangerang 36.712 hektare, Kota Cilegon 1.151 hektare, Kota Serang 7.353 hektare, Kota Tangerang 183 hektare, sedangkan Kota Tangerang Selatan tidak ada lahan pertanian.
Kemudian untuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Lebak seluas 46.433,07 hektare dari 52.062 hektare, Kabupaten Pandeglang 49.047,98 hektare dari 52.373 hektare, Kabupaten Serang 37.536,79 hektare dari 48.050 hektare.
Selanjutnya di Kabupaten Tangerang seluas 15.218,60 hektare dari 36.712 hektare, Kota Cilegon 947,67 hektare dari 1.151 hektare, Kota Serang 6.738,74 hektare, sedangkan untuk Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan tidak ada LSD.
Dari jumlah itu, luasan lahan untuk Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan KP2B di Lebak 27.987,96 hektare, Pandeglang 45.704,80 hektare, Serang 32.238,76 hektare, Kabupaten Tangerang 13.926,28 hektare, Cilegon 303,79 hektare, Kota Serang 3.054,87 hektare.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distan Provinsi Banten Nasir M Daud mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir pihaknya terus melaksanakan program LTT dibeberapa kabupaten/kota di Banten. Tujuannya, agar semua lahan pertanian di Banten dapat dikelola dengan baik dan bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
“Kita lakukan percepatan LTT, semua kabupaten/kota yang ada lahan pertaniannya, kita koordinasikan dengan pemerintah setempat, agar program tersebut berjalan dengan baik,” katanya.
Nasir mengatakan, Provinsi Banten menjadi salah satu penyumbang lumbung pangan Nasional dengan kapasitas 1,8 juta ton di tahun 2025 lalu. Atas dasar itu, Pemprov Banten berupaya meningkatkan hasil produksi padi agar tetap menjadi lumbung pangan Nasional.
“Iya tahun kemarin kita lebih dari 1,8 juta ton produksi padinya. Tahun ini target kita paling tidak dua juta ton lebih lah, makanya kita optimalkan melalui LTT ini,” tambahnya.
Rasio optimistis produksi padi di Provinsi Banten di tahun 2026 bisa terus meningkat dan bisa menjadi salah satu daerah penyumbang swasembada pangan nasional. Oleh karena itu, setiap areal pertanian akan dioptimalkan pengolahannya.
“Sesuai dengan program Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita akan berupaya memaksimalkan produksi padi di tahun ini. Karena lahan pertanian kita cukup luas dan mudah-mudahan target itu dapat terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menambahkan bahwa pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan sektor pertanian. Selain program kerja yang selaras dengan Pemerintah Pusat, juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Kita terus dukung swasembada pangan, dan upaya yang bisa kita lakukan dengan memaksimalkan semua lahan pertanian agar produktifitasnya meningkat dan petaninya bisa sejahtera,” imbuhnya. (adib)