SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Arsenal berhasil mengalahkan West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris. Drama VAR di injury time menjadi penentunya.
West Ham vs Arsenal berlangsung di London Stadium, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Pertandingan tuntas 1-0 untuk Meriam London lewat gol Leandro Trossard di menit ke-83.
Arsenal duduk di puncak klasemen dengan 79 poin dari 36 laga. Manchester Citu memburu pasukan Mikel Arteta di urutan kedua dengan 74 poin dari 35 pertandingan.
Kemenangan Arsenal atas West Ham United diwarnai oleh gol tuan rumah yang dianulir VAR di injury time. West Ham sempat mencetak gol balasan lewat Callum Wilson pada injury time. Namun, setelah pengecekan VAR yang memakan waktu cukup lama, wasit Chris Kavanagh menyatakan ada pelanggaran yang dilakukan oleh penyerang West Ham Pablo kepada kiper Arsenal David Raya sehingga gol pun dianulir.
Dilansir oleh Sky Sports, ada jeda waktu dua menit 35 detik sejak bola melewati garis gawang Arsenal dengan wasit diberi tahu agar mengecek VAR. Wasit melihat total 17 tayangan ulang dan butuh waktu empat menit 17 detik sampai mengambil keputusan.
Manajer Arsenal Mikel Arteta memuji keberanian ofisial pertandingan. Ia juga meyakini memang ada pelanggaran dalam proses gol Wilson. “Ketika saya harus kritis, saya kritis. Hari ini saya harus memberi selamat kepada mereka (VAR),” ujar Arteta kepada Sky Sports.
“Anda butuh keberanian dan keteguhan hati untuk menantang dan memberi wasit kesempatan untuk meninjau lagi kejadiannya.”
“Ketika Anda melihat ke gambarnya, tidak diragukan lagi itu jelas pelanggaran. Mereka sangat berani. Tindakan itu pantas mendapatkannya. Menurut saya, itu sangat jelas. Seperti itulah aturannya dan kami meminta konsistensi,” katanya.
Sementara itu, manajer The Hammers Nuno Espirito Santo mengecam kinerja wasit. Menurut Nuno, keputusan Kavanagh mencerminkan bahwa wasit-wasit Liga Inggris musim ini masih tidak seragam dalam pengambilan keputusan. Ada momen insiden serupa di laga-laga lainnya tetap disahkan sebagai gol.
Nuno meminta Premier League untuk tegas terkait aturan mengganggu kiper saat korner atau bola mati, apakah diperbolehkan atau tidak. “Saya belum melihat gambarnya secara jelas lewat tayangan ulang untuk menganalisa itu, tapi memang inkonsisten sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Mereka membiarkan pemain menahan, memeluk, menghalang-halangi. Saya rasa kita kurang bisa membedakan mana yang pelanggaran, mana yang tidak. Sebelumnya situasi seperti itu dinilai berbeda, itu yang bikin saya kecewa,” ujar Nuno di BBC Sport.
“Wasit dan VAR tidak pernah konsisten, biarkan mereka (fans) yang menilai. Problem ini harusnya bisa diselesaikan, mana yang boleh dan mana yang tidak.” (dm)