SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Kick off logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten tahun 2026 resmi digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Lapangan Malibu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (3/5). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya persiapan menuju ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Ketua Panitia Besar Porprov Banten 2026, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa acara kick off berjalan lancar dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Wali Kota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Ketua KONI Banten, Ketua KONI Tangerang Selatan, serta perwakilan dari berbagai cabang olahraga.
Selain itu, panitia juga telah merampungkan penetapan logo, maskot, dan jingle resmi Porprov. Pilar menegaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat siap bekerja sama untuk menyukseskan perhelatan tersebut.
Maskot Porprov kali ini mengusung dua hewan, yakni kuda dan kera, yang sarat makna historis dan kearifan lokal. Kuda dipilih sebagai simbol kebangkitan sejarah pacuan kuda di Pamulang yang pernah berjaya pada era 1970–1980-an sebagai destinasi wisata. Sementara itu, kera diangkat sebagai representasi fauna endemik yang kerap dijumpai di kawasan Puspiptek Setu, Serpong.
Kedua maskot tersebut juga mencerminkan akulturasi budaya dengan mengenakan atribut khas, seperti ikat kepala Sunda, kopiah merah Betawi, serta busana bernuansa Tionghoa.
“Artinya semua jajaran kita siap untuk bersama sama bahu membahu mensukseskan agenda Porprov yang akan diselenggarakan November 2026,” ujar Pilar saat dimintai keterangan.
Baca Juga: Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan
Terkait persiapan tahapan selanjutnya, Pilar mengungkapkan bahwa pihaknya akan memasuki tahap pematangan venue dan pembahasan lanjutan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI. Penyesuaian anggaran juga akan dilakukan menyusul adanya penambahan cabang olahraga.
“Tahapan selanjutnya kita pematangan terkait venue karena ada penambahan beberapa cabor dari KONI Banten. Jadi kita fiks kan lagi cabor yang baru diberikan Provinsi Banten terkait venue,” katanya.
“Kemudian nanti juga kita melakukan rapat-rapat pembahasan teknis dengan Dispora, KONI, lalu terkait anggaran akan dihitung ulang. Karena dari jumlah yang kita siapkan ini kan ada penambahan di anggaran perubahan atas ijin pak wali mungkin akan ada penambahan,” lanjutnya.
Pilar menyebut, saat ini kesiapan untuk venue sudah berjalan 100 persen dari 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Namun, masih terdapat delapan venue yang belum difinalisasi.
“Venue kalau yang sudah kita pastikan di 50 cabor itu sudah 100 persen sudah siap. Tinggal 8 ini nanti kita tentukan dimana. Tapi semua ada, mayoritas Tangsel, hanya dua venue yang di luar Tangsel. Pertama cabor motocros, yang kedua selancar ombak,” jelasnya.
Untuk motocross, panitia mempertimbangkan lokasi dengan kondisi geografis yang sesuai seperti di kawasan Cicangkal atau Kabupaten Tangerang. Sementara cabang olahraga selancar ombak direncanakan berlangsung di kawasan Anyer yang memiliki potensi perairan memadai.
Baca Juga: Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan
“Saya belum tetapkan yang dua itu. Ada pilihannya Cicangkal atau di Kabupaten Tangerang yang mana yang paling memungkinkan untuk motocros. Yang kedua untuk selancar ombak kemungkinan besar di Anyer,” paparnya.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, kick off Porprov Banten ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan simbol kesiapan dan komitmen seluruh pihak dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar di Provinsi Banten ini.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menjadi bagian dari momentum penting dalam memulai rangkaian Porprov ketujuh Banten tahun 2026 ini,” ujar Benyamin.
“Porprov bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan para atlet, ajang mempererat persatuan, serta menumbuhkan sportivitas dan semangat juang generasi muda,” tambahnya.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026. Melalui ajang ini, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang malu mengharumkan nama Banten, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk itu, Benyamin mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), komunitas olahraga hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Porprov agar berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga di Banten.
“Kami berharap ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang nantinya mampu mengharumkan nama Provinsi umumnya, khususnya Kota Tangerang Selatan baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (eko)
























