SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG, – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, menyerap produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan hasil panen petani lokal untuk kebutuhan menu gizi bagi penerima manfaat.
Langkah itu, dimaksudkan sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Bahkan, menu yang dibuat, mengandung gizi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Akuntan SPPG Pandeglang wilayah Picung Kolelet, Jamal Nur Mulyana mengatakan, dapur SPPG Kolelet rutin membeli bahan baku langsung dari petani, dan pelaku UMKM lokal.
“Komoditas yang paling banyak kami serap berupa sayuran, tahu, telur, dan beras. Setiap hari, dapur ini membutuhkan kurang lebih sekitar 175 – 200 kilogram bahan pangan,” kata Jamal, kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Dikatakan Jamal, setiap harinya Dapur MBG ini menggelontorkan biaya sebesar Rp 28 juta untuk memenuhi kebutuhan logistik. Dengan demikian, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pemasok lokal bisa meningkat, pasca keberadaan dapur MBG ini.
“Untuk tahu dan sayuran, masing-masing kita siapkan Rp 1.800.000. Sementara untuk beras, mencapai Rp 3 juta dalam satu hari,” ungkapnya.
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
“Tentunya ini merupakan dampak langsung dari program MBG, petani tidak perlu jauh-jauh menjual ke pasar, karena hasilnya langsung diserap dapur. Selain harga stabil, distribusi juga lebih cepat,” sambungnya.
Selain itu, SPPG Kolelet tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berperan mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Kami ingin memastikan, bahan pangan yang digunakan berasal dari petani sekitar. Dengan begitu, program gizi berjalan dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut Jamal menyampaikan, saat ini Dapur SPPG Pandeglang Picung Kolelet telah melayani 3000 penerima manfaat, yang tersebar di 19 sekolah.
“Alhamdulillah, saat ini yang sudah terlayani ada sekitar 3000 orang yang tersebar di 19 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat,” tandasnya. (mardiana)























