SATELITNEWS.COM, LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, melakukan pemantauan kualitas udara pasca aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara di wilayah Kabupaten Lebak, masih berada pada kategori sedang, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 84.
Pemantauan dilakukan selama 24 jam pada 6-7 September 2026, di Kecamatan Rangkasbitung. Dari sejumlah parameter yang diperiksa, partikulat halus PM2.5 menjadi parameter yang berada pada kategori sedang dengan nilai 84.
Sementara, parameter lainnya masih berada dalam kategori baik. Pengukuran menunjukkan PM10 berada di angka 49, sulfur dioksida (SO2) 10, nitrogen dioksida (NO2) 20, karbon monoksida (CO) 14, serta ozon (O3) 25.
Kepala DLH Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi udara setelah adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya terhadap kemungkinan dampak sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Lebak.
“Dari hasil pemantauan, secara umum kualitas udara masih dalam kondisi sedang. Parameter yang perlu menjadi perhatian adalah PM2.5,” kata Irvan, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut belum menunjukkan kualitas udara yang membahayakan masyarakat secara umum. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan kualitas udara.
Baca Juga: Nasib 3.508 PPPK Paruh Waktu Lebak Menggantung
Irvan mengimbau masyarakat, tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya apabila terjadi peningkatan paparan debu atau abu vulkanik.
“Untuk masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, anak-anak dan lansia, kami imbau lebih berhati-hati. Jika kondisi udara berubah, tentunya akan kami lakukan pemantauan kembali,” ujarnya.
Selain PM2.5, hasil pemeriksaan terhadap Total Suspended Particulate (TSP) tercatat 194,8 dan masih dinyatakan memenuhi baku mutu.
DLH Lebak memastikan, pemantauan kualitas udara akan menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah daerah, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta tidak panik, namun tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan informasi resmi pemerintah.
“Yang penting masyarakat tetap tenang, tetapi jangan mengabaikan imbauan. Informasi mengenai kondisi udara akan terus kami pantau dan sampaikan sesuai hasil pengukuran,” tandas Irvan. (mulyana)
























