SATELITNEWS.COM, PAMULANG–Tanda tanya besar muncul ketika Panitia Besar (PB) Porprov VII mengundang technical delegate (TD) dan KONI Kabupaten dan Kota se-Banten untuk melakukan visitasi venue pertandingan, Selasa (1/9/2026) pagi hingga sore.
Dalam kunjungan itu, perwakilan cabang olahraga menemukan venue yang dipersiapkan Kota Tangsel belum memenuhi standar. Bahkan ada yang belum memperlihatkan tanda-tanda kesiapan.
Dari 48 venue yang disiapkan Kota Tangsel untuk 60 cabor yang dipertandingkan ada beberapa venue yang dinilai Technical Dellegate, perwakilan KONI Kabupaten dan Kota serta Stering Committee atau Panitia Pengarah belum memenuhi standar masing-masing cabor. Baik dalam ukuran lapangan pertandingan maupun fasilitas penunjang.
Salah satu venue yang dipertanyakan oleh pengurus cabang adalah cabor sepak takraw yang akan bertanding di Loka Padel, Ciater, Serpong. Hal itu dipertanyakan karena tempat pertandingan digelar di lapangan padel yang menggunakan penghalang kaca dan besi. Sementara cabor sepak takraw butuh keluasan arena bertanding untuk melakukan aksi-aksi selama pertandingan.
“Apalagi saya lihat lantainya berupa karpet yang terbuat dari plastik dan itu licin bagi pertandingan sepak takraw, lapangan seperti itu sangat rentan dengan cedera atlet,” tutur Ketua Pengprov PSTI Banten Agus Supriyatna.
Sementara itu dari pantauan ada dua venue yang sampai saat ini kondisinya belum selesai pembangunan. Venue pertama adalah lapangan Softball di Alam Sutera yang pembangunannya baru mencapai 50 persen. “Lapangan grevel dan rumputnya belum ada, itu butuh 2 bulan pengerjaan. Sementara untuk tribun saya lihat butuh waktu yang lebih lama, jadi yang diutamakan lapangan dan rumputnya dulu, kalau tribun sambil berjalan pelaksanaan Porprov,” ujar Dani Gunita pengurus Perbasasi Banten.
Baca Juga: Babak Pertama jadi Kunci, Juventus Bungkam Parma
Venue yang kedua yang belum selesai pembangunannya adalah sepatu roda. Bahkan untuk venue yang ada di Perumahan Ciater Permai dalam kondisi belum ada pembangunan, masih berupa lapangan.
“Dilaporkan bahwa pembangunan baru akan dilakukan awal September ini dan selesai selama dua bulan atau akhir Oktober,” ucap perwakilan OC KONI Banten. (jpc)
























