SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menghasilkan pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan. Melalui kerja sama itu, Pemkab Tangerang menghibahkan lahan sedangkan Pemprov Banten membangun gedung unit sekolah baru (USB).
Hasil kolaborasi itu terlihat pada peresmian tujuh USB oleh Gubernur Banten Andra Soni, Senin (31/8). Ketujuh USB yang diresmikan yakni SMAN 33 Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, SMKN 16 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, SMKN 12 Kota Tangerang, SKh 01 Kabupaten Serang, SMKN 2 Cihara Kabupaten Lebak, SMAN 9 Kota Serang dan SMKN 17 Kabupaten Pandeglang. Peresmian berlangsung di SMAN 33 Sepatan.
Andra Soni menjelaskan kolaborasi itu diperlukan untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan. Dia memberikan apresiasi atas pola kolaborasi penyediaan lahan yang ditunjukkan oleh Bupati Tangerang. Menurut Andra, sejak peralihan kewenangan SMA/SMK ke provinsi pada 2016-2017, kendala terbesar provinsi adalah ketersediaan lahan di wilayah perkotaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Tangerang. Pemkab Tangerang sangat responsif menyerahkan lahan-lahan daerah yang kurang produktif untuk kami bangunkan sekolahnya. Contoh nyata adalah SMAN 33 Kabupaten Tangerang ini. Pola kolaborasi seperti ini sangat efektif sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkap Andra Soni.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan penyediaan lahan itu merupakan realisasi komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemerataan akses pendidikan.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub. Memang secara kewenangan undang-undang, pengelolaan SMA dan SMK negeri ada di Pemprov Banten. Namun rakyatnya, anak-anak yang sekolah di sini adalah rakyat kami, warga Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis dan Sepatan ini. Sebab itu kami siap terus membantu dan memfasilitasi ketersediaan lahan. Harga lahan saat ini sangat tinggi, maka Pemkab Tangerang menginventarisasi lahan-lahan Pemkab yang kurang produktif untuk kita serahkan agar dibangunkan sekolah. Setelah Cisauk dan Pasar Kemis, kami siap berikan lagi di Sindang Jaya dan Teluknaga,” ujar Maesyal.
Baca Juga: Ratusan Ribu Warga Banten Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
Bupati juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membebaskan biaya pendidikan bagi masyarakat. Berkat program sekolah gratis Pemprov Banten, terdapat sekitar 24.000 siswa di Kabupaten Tangerang yang menikmati fasilitas SMA/SMK gratis.
“Pemkab Tangerang tidak mau kalah dalam berlomba-lomba untuk melayani masyarakat. Pemprov Banten menggratiskan SMA dan SMK, Pemkab Tangerang juga menggratiskan seluruh jenjang SD dan SMP. Ini kolaborasi yang saling mengisi. kalau ada yang bilang daerah atau bangsa bisa maju tanpa pendidikan. Anak-anak kita harus sekolah, harus cerdas, supaya memiliki SDM unggul untuk menggapai cita-citanya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andra mengungkapkan, pembangunan pendidikan di Provinsi Banten terus diarahkan pada tiga hal utama, yakni pendidikan yang tersedia, terjangkau dan berkualitas. Oleh karena itu, Pemprov Banten melakukan pembangunan USB sebagai salah satu intervensi untuk memperluas akses dan pemerataan layanan pendidikan, di mana pada tahun 2025 telah dibangun tujuh USB dengan tambahan daya tampung sekitar 1.356 peserta didik.
“Tidak hanya sekedar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu guna menghadirkan kesempatan belajar yang lebih dekat dan lebih luas bagi anak-anak di Provinsi Banten,” kata Andra.
Selain pembangunan USB, pemerataan pendidikan juga diperkuat melalui Program Sekolah Gratis (PSG). Pada tahun 2025, Program Sekolah Gratis telah menjangkau 801 SMA, SMK dan SKh swasta dengan jumlah peserta didik penerima manfaat sebanyak 60.705 siswa.
“Kita arahkan untuk mewujudkan pendidikan yang semakin merata, terjangkau dan berkualitas,” imbuhnya.
Baca Juga: Aturan Baru MBG, Bos SPPG Wajib Standby Jam 02.00
Andra Soni menegaskan jika Pemprov Banten akan terus melakukan evaluasi agar program ini semakin tepat sasaran, semakin efektif, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Data BPS menunjukkan bahwa angka partisipasi murni atau APM SMA/SMK sederajat di Provinsi Banten meningkat dari 63,50 persen pada tahun 2024 menjadi 65,28 persen pada tahun 2025.
“Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak penduduk usia sekolah menengah yang mengikuti pendidikan pada jenjang yang sesuai dengan usianya,” ungkap Andra Soni.
Demikian pula Angka Partisipasi Kasar atau APK SMA/SMK sederajat meningkat dari 79,42 persen pada tahun 2024 menjadi 82,97 persen pada tahun 2025, yang berarti terdapat peningkatan 3,55 poin persentase dalam satu tahun.
“Karena itu, pekerjaan kita belum selesai. Justru angka-angka itu menjadi alasan mengapa Pemprov Banten harus terus memperkuat kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin memastikan jika USB yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pemenuhan guru, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Selain itu, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan tata kelola sekolah, kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Khusus pada jenjang SMK, pembangunan USB diarahkan untuk memperluas akses pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta potensi ekonomi daerah.
“Kami terus mendorong penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter dan daya saing untuk bekerja maupun berwirausaha,” jelasnya. (alfian)
























