SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kebakaran melanda gudang pabrik pengolahan karet dan garmen milik PT Stretchline di Jalan Pembangunan 2, RT 01/RW 01, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026) sore.
Laporan insiden kebakaran tersebut diterima pihak pemadam kebakaran dan kepolisian pada sore hari, sekitar pukul 16.45 hingga 17.00 WIB.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan puluhan personel ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi kobaran api meluas. Area yang terbakar dilaporkan cukup luas dan berada tak jauh dari kawasan pemukiman.
“Tadi kami menerima laporan bahwa terjadi kebakaran di PT Stretchline sekitar pukul 16.45 WIB. Kami menerjunkan sekitar 10 unit mobil pemadam dan 50 personel karena area yang terbakar lumayan luas. Kami upayakan supaya tidak ada rambatan, khususnya ke pemukiman warga,” ujar Andia.
Andia mengungkapkan, tim pemadam di lapangan mengalami kendala pasokan air untuk memadamkan api secara efektif. Hal itu disebabkan oleh kondisi sumber air di sekitar lokasi kejadian yang mengering. “Kendala yang kami alami saat ini jelas sumber air. Kami terhambat, seharusnya bisa penanganan lebih efektif dan efisien. Namun, karena sumber air di dekat sini kering, kami agak kesulitan. Saat ini kami dibantu unit tangki dari Dinas Pertamanan dan PDAM,” kata Andia.
Sementara, Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan menyampaikan bahwa laporan kebakaran ini pertama kali diinformasikan oleh petugas keamanan pabrik (security) pada pukul 17.00 WIB. “Kami dari Polsek menghubungi pihak pemadam kebakaran dan sama-sama menuju ke lokasi. Ternyata memang benar di PT Stretchline sedang terjadi kebakaran,” kata Gunawan.
Baca Juga: Bakar Sampah, Lahan Kosong di Karawaci Terbakar hingga 200 Meter Persegi
Gunawan memastikan tidak ada aktivitas produksi saat peristiwa kebakaran terjadi. Fabrikasi lempeng pakaian dan pengolahan karet tersebut tengah meliburkan jalannya operasional. “Tidak ada operasi di dalam, saat ini sedang libur. Pabrik ini juga sebenarnya sudah memiliki fasilitas sistem pemadam (hydrant),” tutur Gunawan.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, terdapat dua indikasi awal yang disampaikan pihak berwajib. Kapolsek Batuceper menyebutkan dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek (korsleting listrik). Sementara dari pihak BPBD Kota Tangerang, indikasi awal sumber api diperkirakan berasal dari alat penyedot udara (blower). Meski demikian, kepastian penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
BPBD Kota Tangerang maupun Polsek Batuceper memastikan sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Jumlah kerugian materiil hingga saat ini masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut. (ari)
























