SATELITNEWS.COM, SERANG – Sakid (45), warga Kampung Pabuaran, Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, tercebur ke dalam sumur saat memperbaiki mesin air, Sabtu (11/9/2026).
Korban diduga lemas setelah menghirup gas beracun di dalam sumur hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, korban masih berada di dalam sumur dan belum berhasil dievakuasi.
Informasi mengenai kejadian itu diterima Tim SAR dari anggota BPBD Provinsi Banten sekitar pukul 09.30 WIB. Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 09.50 WIB dengan membawa sejumlah peralatan pendukung operasi SAR.
Sebanyak lima personel Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka melakukan evakuasi bersama unsur Polsek Cikeusal dan masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan proses evakuasi korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Pasalnya, terdapat dugaan keberadaan gas beracun di dalam sumur yang tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga dapat mengancam keselamatan petugas yang melakukan pertolongan.
Baca Juga: Petani yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak Ditemukan Meninggal
“Kami mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan dalam proses evakuasi. Kondisi di dalam sumur yang diduga mengandung gas beracun memiliki risiko tinggi, sehingga proses pertolongan akan dilakukan dengan peralatan dan prosedur SAR yang sesuai,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap kondisi lokasi sebelum menentukan metode evakuasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan proses pertolongan dapat dilakukan secara aman dan efektif.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi korban. Setiap tahapan akan dilakukan secara terukur agar proses pertolongan dapat berjalan aman, baik bagi korban maupun seluruh personel yang terlibat,” katanya.
Hingga laporan ini dibuat, operasi SAR masih berlangsung. Sakid masih berstatus dalam pencarian (DP), sementara Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya evakuasi dari dalam sumur. (sidik)
























