SATELITNEWS.COM, LEBAK – Suasana Kampung Somang di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, kembali berubah. Genangan Waduk Karian yang terus menyusut, membuat kawasan permukiman lama tersebut semakin terbuka. Bagian-bagian kampung yang sebelumnya masih tertutup air, kini mulai terlihat lebih luas.
Kondisi itu membuat jejak kehidupan warga Somang semakin mudah disaksikan. Ruas jalan kampung, fondasi rumah hingga sejumlah bagian bangunan lama tampak berada di tengah kawasan yang kini mulai mengering.
Tak sedikit warga yang kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk melihat langsung kondisi bekas permukiman yang selama ini berada di bawah genangan waduk.
Bahkan, kabar mengenai Kampung Somang yang semakin mengering kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah warga dari luar Lebak pun, berdatangan karena ingin melihat sendiri perubahan kawasan tersebut.
Salah satunya Fu Chen, warga Tangerang. Ia bersama suaminya sengaja menyempatkan diri datang setelah melihat informasi mengenai Kampung Somang melalui media sosial dan pemberitaan.
Baca Juga: Gubernur Andra Dorong Singkong Lebak jadi Komoditas Unggulan
“Sebelumnya hanya mengetahui fenomena tersebut melalui medsos dan pemberitaan. Karena penasaran, saya memutuskan datang langsung bersama suami untuk menyaksikan kondisi bekas kampung yang kembali terlihat setelah permukaan air Waduk Karian menyusut,” kata Fu Chen, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, kondisi Kampung Somang yang dilihat secara langsung memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya menyaksikannya melalui foto maupun video.
Ia mengaku terkesan, karena sejumlah bagian permukiman masih dapat dikenali, termasuk jalan yang dahulu menjadi akses masyarakat.
“Sisa bangunannya memang masih ada. Saya bahkan bisa langsung berjalan di dalam perkampungan yang dulunya terendam akibat Waduk Karian,” ujarnya.
Semakin luasnya kawasan yang terbuka membuat pengunjung dapat melihat lebih dekat bagaimana bentuk permukiman tersebut sebelum berada di bawah genangan Waduk Karian.
Jalan kampung yang kembali terlihat menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Sebagian pengunjung memilih berjalan kaki menyusuri kawasan tersebut, sementara lainnya menggunakan sepeda motor untuk mencapai bagian-bagian kampung yang sudah tidak lagi tertutup air.
Baca Juga: Tak Pernah ada Edukasi, ETLE di Jalan Bypass Lebak Dikeluhkan Masyarakat
Bagi masyarakat yang datang karena penasaran, Kampung Somang kini bukan sekadar lokasi yang muncul akibat surutnya waduk.
Kawasan tersebut mulai menawarkan pengalaman melihat langsung, jejak sebuah permukiman yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Di antara tanah yang semakin kering dan sisa bangunan yang bermunculan, pengunjung dapat membayangkan aktivitas warga sebelum kawasan tersebut terendam.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perubahan muka air Waduk Karian dapat membuka kembali bagian wilayah yang selama ini tersembunyi. Setiap kali genangan menyusut, semakin banyak bagian Kampung Somang yang dapat disaksikan.
Tak heran jika keberadaan bekas permukiman tersebut mulai menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengetahui Kampung Somang dari pemberitaan kini memilih datang langsung untuk melihat kondisi kawasan tersebut.
Meski demikian, bagi warga yang mengetahui sejarahnya, Kampung Somang bukan hanya sebuah objek menarik untuk dikunjungi. Sisa jalan dan bangunan yang muncul merupakan bagian dari jejak kehidupan masyarakat yang pernah bermukim di kawasan tersebut.
Kini, seiring kawasan itu semakin mengering, cerita tentang Kampung Somang kembali hadir ke permukaan. Bukan hanya sebagai jejak permukiman lama yang pernah terendam, tetapi juga sebagai magnet baru yang mengundang rasa penasaran masyarakat untuk datang dan menyaksikannya secara langsung. (mulyana)
























