SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kendati hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara masih dalam kategori aman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak tetap meningkatkan kewaspadaan dengan terus memantau kondisi udara menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda.
Pemantauan tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah selatan Lebak yang dinilai perlu mendapat perhatian menyusul adanya aktivitas vulkanik GAK dan potensi sebaran abu.
Kepala DLH Lebak Irvan Suyatupika mengatakan, pihaknya kembali melakukan pengukuran kualitas udara dengan menempatkan alat pemantau udara ambien di wilayah selatan Lebak. Pengambilan sampel dilakukan dalam durasi tertentu untuk mendapatkan gambaran kondisi udara secara lebih akurat. “Pemantauan terhadap kondisi kualitas udara kembali kita pantau kemarin dengan memasang alat ambien di wilayah selatan,” kata Irvan.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari pemantauan berkelanjutan yang dilakukan DLH pascaerupsi GAK. Sebelumnya, pengukuran serupa telah dilakukan di wilayah Rangkasbitung dengan pengambilan sampel selama 24 jam.
Hasil pengukuran yang dilakukan pada 6-7 September lalu menunjukkan kondisi udara di Rangkasbitung masih berada dalam kategori aman. Meski demikian, DLH tidak menjadikan hasil tersebut sebagai alasan untuk menghentikan pengawasan. “Ini pun waktunya sama 24 jam. Kalau hasil pengambilan sampel pada tanggal 6-7 September di Rangkasbitung menyebutkan kualitas udara dalam kategori aman,” ujarnya.
Irvan menegaskan, pemantauan akan terus dilakukan selama masih terdapat potensi sebaran abu vulkanik dari aktivitas GAK. Hasil pengukuran di sejumlah titik nantinya menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kondisi udara di wilayah Lebak.
Baca Juga: Sekolah Se-Lebak Terapkan PJJ Hingga 9 September
DLH juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan meski hasil pengukuran menunjukkan udara masih aman. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kualitas udara diminta mendapat perhatian lebih. “Sambil menunggu itu, kami harap masyarakat tetap menjaga kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia dan pengidap gangguan pernapasan,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan sampai kondisi erupsi dan potensi sebaran abu vulkanik benar-benar dinyatakan aman. “Walaupun kualitas udara aman, tapi kelompok rentan ini diimbau tetap memakai masker,” pungkasnya. (mulyana)
























