SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menargetkan pembangunan 1.100 asrama pondok pesantren (Aspontren), dan sanitasi berbasis pesantren (Sanitren) dapat terselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga tahun mendatang. Program tersebut ditujukan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan para santri dan santriwati, dalam menimba ilmu dan beribadah di lingkungan pondok pesantren.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, keberlanjutan pembangunan dan perbaikan sarana asrama serta sanitasi pesantren sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan layak bagi para santri dan santriwati.
Menurut dia, peningkatan sarana dan prasarana pesantren juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pondok pesantren sekaligus sumber daya manusia. Sebab, para santri dan santriwati merupakan generasi penerus perjuangan para kiai, ustaz, dan ustazah dalam menyiarkan ajaran Islam di Kabupaten Tangerang.
“Pembangunan sarana fisik pesantren tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung pembentukan generasi penerus yang mandiri dan berkualitas. Aspontren dan Sanitren ini penting sekali, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustaz, dan para ustazah yang ada di Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Selasa (8/9).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki tanggung jawab untuk memastikan lahirnya generasi penerus yang gemilang. Karena itu, sarana dan prasarana pesantren harus didukung penuh agar para santri yang mondok dapat nyaman dalam menimba ilmu dan beribadah di pondok pesantren masing-masing.
“Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program sanitasi pondok pesantren dan juga program asrama pondok pesantren tuntas semuanya dalam waktu tiga tahun ke depan,” katanya.
Baca Juga: Polresta dan Kodim Tigaraksa Kerahkan Water Canon Bersihkan Abu Vulkanik
Rudi menjabarkan, sejauh ini sekitar 225 pondok pesantren telah mendapatkan bantuan program Aspontren pada 2025 dan 2026. Sementara itu, program sanitasi pondok pesantren sudah lebih dahulu dibangun pada era kepemimpinan Bupati Zaki Iskandar.
Rudi menegaskan, bantuan program Aspontren dan Sanitren merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pondok pesantren dan sumber daya manusia, khususnya para santri.
“Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu. Insyaallah, mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Dia juga menyampaikan pesan kepada para kiai, pimpinan, dan pengurus pondok pesantren untuk terus meningkatkan pembinaan kepada umat dan para santri. Hal itu agar mereka dapat menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas mulia para kiai, ustaz, dan ustazah.
“Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren, terus bina umat dan santrinya, supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya,” katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Subulusallam Kresek sekaligus Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang, Amal Faihan Maimun, menambahkan bahwa penambahan kuota alokasi bantuan tersebut sudah sangat tepat dan patut diapresiasi.
Baca Juga: Sekolah PJJ, 316 SPPG Kabupaten Tangerang Ubah Distribusi MBG
Menurut Amal, bertambahnya target pembangunan Aspontren, yang semula 750 menjadi 1.100, akan memperluas cakupan penerima bantuan sehingga pembangunan sarana pesantren dapat dilakukan secara lebih merata.
“Hari ini kami mendengar kabar baik. Setelah kami mengusulkannya, semula Aspontren ini direncanakan selama lima tahun akan dibangun 750 asrama pondok pesantren. Namun, kami mengusulkan bahwa jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan ada 1.117. Maka kami mengusulkan pemerataan supaya semuanya bisa tersentuh mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, pemerintah daerah berencana meningkatkan jumlah pembangunan Aspontren pada 2027 sehingga cakupannya dapat mencapai sekitar 1.000 asrama pondok pesantren.
Amal juga berharap pelaksanaan pembangunan melalui mekanisme swakelola tetap mendapatkan pendampingan secara menyeluruh dari fasilitator yang ditunjuk pemerintah daerah. Pendampingan tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan pada tahap awal pembangunan, tetapi berlangsung hingga proses penyelesaian administrasi dan pelaporan.
“Alhamdulillah, tadi kami mendapatkan informasi, insyaallah untuk tahun 2027 akan ditambahkan, sehingga akan mencapai seribu lebih asrama pondok pesantren yang akan dibangun oleh Pemda Kabupaten Tangerang. Kami mengapresiasi, berterima kasih, dan semoga ini semuanya berjalan lancar, semuanya tanpa ada hambatan apa pun,” ujarnya. (alfian/aditya)
























