SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran yang melanda pabrik plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, belum juga sepenuhnya padam setelah berlangsung kurang lebih 48 jam sejak Minggu (6/9). Kondisi tersebut membuat sebanyak 33 kepala keluarga (KK) di wilayah sekitar terpaksa mengungsi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan hingga Selasa (8/9) pukul 13.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api yang menyala dan membakar pabrik plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di wilayah Desa Sentul, Kecamatan Balaraja.
Namun, pada pukul 17.00 WIB, api akhirnya mulai padam. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan dengan menyiram sisa-sisa puing yang terbakar untuk memastikan tidak kembali menyala.
Menurut Taufik, proses pemadaman api yang membakar pabrik plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana tersebut cukup sulit. Sebab, api tertutup reruntuhan seng dan batu. Selain itu, terdapat bahan baku berbahan plastik yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
“Kondisi sore ini sedang proses pendinginan, kalau api sudah padam. Sebelumnya api memang sulit karena tertutup reruntuhan seng dan batu. Juga bahan baku yang mudah menyala kembali,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Selasa (8/9).
Untuk memadamkan api yang membakar pabrik plastik di Balaraja, BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan kurang lebih 95 personel pemadam kebakaran untuk menjinakkan api yang menyelimuti pabrik tersebut.
Baca Juga: 40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis
“Kemarin Senin 7 September 2026, kita mengerahkan 12 unit Damkar dengan 60 personel, hari ini 8 September 2026 kita mengerahkan 7 unit Damkar dengan personel 35 personel,” katanya.
Akibat kebakaran hebat tersebut, Taufik menyebut terdapat satu rumah milik warga yang tertimpa bangunan pabrik PT Technoplastika Prima Perdana yang roboh akibat kebakaran. Namun, kerusakan rumah yang tertimpa dipastikan akan mendapatkan ganti rugi dari pihak perusahaan.
Sementara itu, masyarakat yang mengungsi sebanyak 33 keluarga (KK) kini sudah mulai berangsur kembali ke rumah masing-masing.
“Sementara sih ada satu rumah yang kena bangunan pabrik ya. Yang lainnya masih bertahan di rumah, dan ada juga yang mengungsi ke familinya, tapi masih ada juga yang bertahan. Kurang lebih, yang mengungsi ada sekitar 33 keluarga, tapi sudah mulai kembali,” sebutnya.
Sementara itu, Komandan Peleton (Danton) BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, mengatakan terdapat tiga bangunan dengan luas sekitar 12 ribu meter persegi yang terbakar api.
Atas kebakaran tersebut, kata Amir, kerugian yang dialami perusahaan ditaksir mencapai Rp10 miliar.
“Kalau untuk kerugian yang terdampak besar, tiga bangunan, kurang lebih hanya estimasi ya, dugaan sementara kurang lebih Rp10 miliar,” kata Amir. (alfian/aditya)
Baca Juga: Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun
























