SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Arsenal memulai perjalanan Liga Champions 2026-27 dengan ambisi menebus kegagalan di final musim lalu saat dijamu Napoli di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (10/9/2026) pukul 02.00 WIB.
Laga pada matchday pertama fase liga akan menjadi ujian awal bagi ambisi The Gunners untuk akhirnya mengangkat trofi Eropa yang telah lama mereka dambakan.
Pasukan Mikel Arteta datang ke Stadio Diego Armando Maradona dengan catatan sempurna pada awal musim. Arsenal telah memenangkan seluruh empat pertandingan di semua kompetisi, mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan satu kali.
Situasi berbeda dialami Napoli yang justru memasuki laga setelah dua kekalahan beruntun. Tekanan terhadap Massimiliano Allegri semakin besar, sementara rapuhnya pertahanan Partenopei bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Arsenal untuk mengawali kiprah di Eropa dengan kemenangan.
Kemenangan 2-1 atas Chelsea akhir pekan kemarin semakin mempertegas kesiapan Arsenal menghadapi laga ini. Dalam empat pertandingan musim 2026-27, mereka telah mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan sekali.
Sementara pelatih Napoli Massimiliano Allegri belum mendapatkan kestabilan pertahanan yang menjadi ciri khas tim-timnya di masa lalu. Napoli memang membuka Serie A dengan kemenangan 2-0 atas Genoa, tetapi kemudian kalah 1-2 dari Como dan tumbang 2-3 di markas Inter. Absennya Scott McTominay selama sekitar satu bulan menjadi pukulan lain bagi tuan rumah.
Baca Juga: Inter Milan Lanjutkan Tren Positif, Bungkam Napoli
Perjalanan Arsenal di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir menunjukkan perkembangan yang konsisten. The Gunners mencapai perempat final pada 2023-2024, semifinal pada 2024-2025, lalu melangkah hingga final pada 2025-2026. Namun, langkah terakhir kembali berujung kepahitan.
Arsenal harus menerima kenyataan gagal menjadi juara setelah Paris Saint-Germain mempertahankan trofi Liga Champions. Penalti Gabriel Magalhaes yang gagal menjadi salah satu momen pahit dalam pertandingan final di Budapest.
Kegagalan itu membuat Arsenal masih harus menunggu setelah dua kali menjadi runner-up Liga Champions, termasuk pada 2006. Meski demikian, ada alasan kuat bagi pendukung Arsenal untuk tetap optimistis.
Arsenal belum terkalahkan dalam 15 pertandingan Liga Champions terakhir selama waktu normal. Mereka juga menjadi tim dengan jumlah nirbobol terbanyak, yakni sembilan kali, sekaligus salah satu pertahanan paling sulit ditembus dengan hanya kebobolan tujuh gol sepanjang kompetisi tersebut.
Catatan lain juga menguntungkan Arsenal. Dalam sembilan pertandingan pembuka kompetisi Eropa terakhir, mereka tidak pernah kalah, dengan tujuh kemenangan dan dua hasil imbang.
Modal Arsenal semakin tebal setelah mengalahkan Chelsea 2-1 pada pertandingan Premier League, Minggu. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keempat Arsenal dari empat pertandingan kompetitif musim ini.
Baca Juga: Inter Milan vs Napoli, Tuan Rumah Dibayangi Kenangan Buruk
Produktivitas mereka juga menjanjikan. Arsenal sudah mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan satu kali dalam empat pertandingan tersebut. Arteta pun mulai mendapatkan bentuk terbaik dari skuadnya.
Kedalaman lini tengah dan lini serang menjadi salah satu senjata penting. Arsenal tidak hanya memiliki kualitas pada sebelas pemain utama, tetapi juga opsi dari bangku cadangan yang memungkinkan Arteta mengubah pendekatan permainan ketika situasi pertandingan berubah.
Napoli justru sedang menghadapi periode yang berlawanan. Partenopei memang membuka Serie A dengan kemenangan 2-0 atas Genoa. Namun, setelah itu mereka kehilangan momentum. Napoli kalah 1-2 dari Como dalam pertandingan kandang pertama musim ini sebelum kembali tumbang ketika menghadapi Inter Milan.
Pertandingan di San Siro bahkan menjadi gambaran jelas persoalan yang sedang dihadapi tim Allegri. Napoli sempat unggul 2-0 melalui Matteo Politano dan Rasmus Hojlund pada awal babak kedua. Namun, keunggulan tersebut menguap begitu saja dan kalah 2-3. (dm)
Perkiraan Susunan Pemain
NAPOLI (4-3-3): Meret; Di Lorenzo, Marin, Rrahmani, Spinazzola; De Bruyne, Lobotka, Anguissa; Politano, Hojlund, Santos
Pelatih: Massimiliano Allegri
ARSENAL (4-1-3-1): Raya; White, Konsa, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Rice; Saka, Odegaard, Tzolis; Havertz
Pelatih: Mikel Arteta
























