SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Barcelona dan Feyenoord akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions dengan duel di Spotify Camp Nou, Rabu (9/9/2026) pukul 23.45 WIB. Kedua tim datang dengan modal apik di kompetisi domestik masing-masing.
Barcelona memburu kemenangan keenam beruntun, sedangkan Feyenoord belum terkalahkan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi dan tidak kalah dalam delapan laga tandang terakhir.
Barcelona menjadi salah satu tim paling produktif di Eropa sejak ditangani Hansi Flick. Sejak ditunjuk pada 2024,
Blaugrana rata-rata mencetak 2,88 gol per pertandingan Liga Champions, dengan total 75 gol dari 26 laga.
Flick juga memiliki persentase kemenangan tertinggi di antara pelatih yang sudah menangani minimal 10 pertandingan di kompetisi ini, yakni 72,7 persen.
Catatan Barcelona dalam laga pembuka UCL di kandang juga sangat impresif. Mereka memenangi 18 dari 20 laga pembuka Liga Champions di kandang.
Baca Juga: Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol
Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Bayern Munchen pada 2021/2022. Musim lalu, Barcelona juga meraih empat kemenangan dari enam pertandingan Liga Champions di Camp Nou.
Feyenoord kembali ke Liga Champions setelah musim lalu bermain di Liga Europa. Performa mereka bersama Giovanni van Bronckhorst juga sedang menanjak.
Mereka selalu mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhir dan mengoleksi 15 gol dari enam laga terbaru.
Dalam delapan pertandingan tandang terakhir, Feyenoord belum terkalahkan dengan lima kemenangan.
Namun, sejarah menjadi tantangan besar bagi tim Belanda tersebut. Belum pernah ada klub asal Belanda yang mampu menang di kandang Barcelona dalam kompetisi Eropa.
Dari 10 pertemuan sebelumnya, Barcelona meraih tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang dengan rata-rata 3,1 gol per pertandingan. Satu-satunya pertemuan Barcelona dan Feyenoord terjadi pada European Cup 1974/1975, ketika Blaugrana lolos dengan agregat 3-0.
Baca Juga: Barcelona Lanjutkan Start Sempurna, Tekuk Athletic Club 2-0
Meski begitu, Barcelona memiliki satu titik lemah yang patut diperhatikan, yakni pertahanan. Mereka sudah melewati 15 pertandingan Liga Champions secara beruntun tanpa clean sheet dan kebobolan 30 gol dalam periode tersebut. Artinya, meski lini serang Barcelona sangat produktif, Feyenoord tetap punya peluang untuk mengeksploitasi celah di lini belakang.
Skuad asuhan Hansi Flick menyambut laga pembuka fase liga ini dengan modal mentereng setelah menyapu bersih empat pertandingan awal La Liga dengan kemenangan. Kemenangan telak 5-0 atas Valencia di Mestalla pada laga terakhir menjadi bukti tajamnya lini serang Blaugrana.
Usai laga kontra Valencia, Flick mengapresiasi performa sejumlah pemain mudanya, termasuk Fermin Lopez dan Rodri.
”Fermin, kita sudah bisa melihat tipe pemain seperti apa dia. Dia membawa energi, gol, bagus dengan bola, melakukan pressing. Saya terkadang lebih menyukai kontrol, tetapi dia pemain muda. Intensitasnya sangat tinggi. Dia melakukannya dengan sangat baik,” kata Flick dikutip dari Barca Blaugranes.
Pelatih Feyenoord Giovanni van Bronckhorst bersiap menghadapi laga emosional di markas mantan klubnya. Sosok yang pernah menjuarai Liga Champions bersama Barcelona pada 2006 itu menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya, terlebih setelah kehilangan juru gedor utama Ayase Ueda.
”Kita harus mengakui realitas ini, dan kita semua melakukannya di klub, termasuk staf pelatih dan para pemain. Saya pikir ini satu-satunya cara untuk menghadapinya dan melangkah maju dengan cara yang positif,” kata Van Bronckhorst dikutip dari Barca Universal. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
BARCELONA (4-2-3-1): J.Garcia; Espart, Cubarsi, Christensen, Kounde; Pedri, Bernal; Gordon, Olmo, Yamal; Raphinha
Pelatih: Hansi Flick
FEYENOORD (4-3-3): Ernst; Marmol, Watanabe, Juste, Read; Targhalline, Zechiel, Vanhoutte; Diarra, Ferri, Valente
Pelatih: Giovanni van Bronckhorst
























