SATELITNEWS.COM, SERANG – Helikopter HR-3604 kembali dikerahkan untuk mendukung pencarian rombongan wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) beberapa waktu lalu.
Dalam operasi tersebut, helikopter melakukan pencarian melalui udara dengan jangkauan hingga 2.063 nautical mile (NM) atau mil laut.
Helikopter HR-3604 dengan rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS lepas landas dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB. Setibanya di lokasi, helikopter disiagakan di Pantai Carita untuk mendukung operasi SAR Gabungan.
Pengerahan sarana udara tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pemantauan terhadap wilayah pencarian, khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda. Dari udara, tim diharapkan dapat mengamati area yang sulit dijangkau oleh unsur SAR di permukaan laut sekaligus menemukan petunjuk yang dapat membantu proses pencarian.
Helikopter HR-3604 membawa enam personel atau crew on board, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak terdapat penumpang dalam penerbangan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan dukungan udara menjadi salah satu unsur penting dalam mengoptimalkan operasi pencarian, terutama karena wilayah yang harus dipantau cukup luas.
“Pengerahan Helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara. Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad.
Menurutnya, seluruh unsur SAR Gabungan terus bergerak sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, kondisi cuaca dan faktor keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut
Al Amrad menyebutkan, kondisi cuaca di wilayah Pantai Carita saat helikopter tiba terpantau cerah. Kecepatan angin berada di kisaran 2 knot dari arah timur menuju barat, sementara jarak pandang tercatat kurang dari 8 kilometer.
Sementara itu, Pilot Helikopter HR-3604, Kapten Pnb Dimas, mengatakan timnya akan melakukan pencarian berdasarkan rute dan koordinat yang telah ditentukan. Namun, proses pencarian masih menghadapi kendala berupa jarak pandang yang terbatas akibat asap sisa aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kita lakukan pencarian sesuai dengan rute atau koordinat yang kita terima ke arah barat. Meskipun jarak pandang kita sedikit terganggu karena ada asap sisa-sisa aktivitas Gunung Krakatau,” kata Dimas.
Pencarian melalui udara tersebut menjadi bagian dari operasi SAR Gabungan untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian. Seluruh unsur yang terlibat terus melakukan pemantauan dan penyisiran di wilayah yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. (adib)
























