SATELITNEWS.COM, SERANG – Tim SAR gabungan, menghentikan pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda, saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), beberapa hari lalu.
Hasilnya, di hari keempat pencarian ini masih nihil, alias tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima jurnalis dua kru kapal dan satu guide. Pencarian akan kembali dilakukan pada Sabtu (12/9/2026) esok, atau memasuki hari kelima.
Kepala Badan Search and Rescue (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, memasuki hari keempat operasi pencarian, tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian, setelah speedboat yang ditumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Pencarian dilakukan secara masif, dengan membagi wilayah operasi menjadi sejumlah sektor, melibatkan berbagai unsur dan sarana laut serta dukungan udara. Pencarian difokuskan di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, hingga area yang lebih luas di Selat Sunda,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Unsur yang dikerahkan antara lain, KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahawang, KP Sanjaya, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, TB Gunung Santri serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Selain pencarian melalui jalur laut, Tim SAR juga mengerahkan Helikopter HR-3604 dan dua unit Drone Thermal Basarnas, untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara.
Baca Juga: PMI Banten Dampingi Keluarga Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau
Pada sektor khusus, KN SAR Tetuka 247 melaksanakan pencarian visual di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau, dengan dukungan drone.
Sementara, RIB 02 Banten, melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sertung dan wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pencarian juga diperluas ke sejumlah sektor lainnya. KN SAR Basudewa, RIB Lampung, KRI Leuser, KAL Anyer, KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang melaksanakan penyisiran sesuai area pencarian yang telah ditentukan.
Dukungan udara, dilakukan melalui Sektor H dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Helikopter HR-3604, melaksanakan pencarian dari udara setelah lepas landas dari Lapangan Bola Carita pada pukul 16.10 WIB, dan melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan hingga kembali mendarat pada pukul 17.30 WIB.
Hingga berakhirnya pencarian hari keempat, delapan orang masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Belum terdapat informasi mengenai penemuan korban, maupun tanda-tanda keberadaan survivor.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Al Amrad mengatakan, tim SAR Gabungan terus memperluas dan mengoptimalkan metode pencarian, dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Namun, hingga pencarian di hari keempat berakhir, tim SAR gabungan belum mendapatkan perkembangan.
“Hari keempat ini, pencarian terus kami perluas, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur bekerja sesuai sektor yang telah ditentukan, termasuk dukungan helikopter dan drone untuk memperbesar jangkauan pemantauan,” ujarnya.
Dia memastikan, pencarian akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel.
“Sampai saat ini, hasil pencarian masih nihil dan delapan orang masih dalam pencarian. Kami akan terus melakukan upaya terbaik, mengevaluasi setiap hasil penyisiran dan menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi membantu menemukan para survivor,” paparnya.
Kondisi cuaca selama operasi terpantau cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter. (adib)
























