SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Ath-Thohariyyah, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah sekaligus memanjatkan doa bagi delapan orang yang masih dalam pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Sabtu (12/9/2026) itu dihadiri Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani. Ia didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang selaku Binwil, Muslim Taufik, serta Camat Saketi Endin Haerudin.
Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan santunan anak yatim piatu serta pembagian sertifikat umrah kepada jamaah Ponpes Ath-Thohariyyah.
Dalam sambutannya, Dewi menekankan bahwa Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial.
Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya seremonial. Yang paling utama adalah bagaimana kita belajar meneladani akhlak Rasulullah,” kata Dewi.
Menurut Dewi, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing. Karena itu, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak dan kemandirian.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis
“Bagaimana kita menguatkan keilmuan, menguatkan iman, kemandirian, rasa persaudaraan dan kasih sayang di antara kita semua. Pemerintah daerah akan terus mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di pondok pesantren,” ujarnya.
Ia berharap para santri Ponpes Ath-Thohariyyah menjadi generasi penerus yang alim, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, kreatif dan berprestasi, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara.
Dewi juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter anak sejak dini. Menurutnya, orang tua, khususnya ibu, memiliki posisi penting dalam memberikan pendidikan moral sekaligus membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman.
“Para ibu adalah madrasah utama bagi anak-anak kita. Mari kita dampingi dan bentengi mereka dari berbagai perkembangan peradaban yang kebablasan,” tuturnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan. Menurutnya, pengamalan nilai tersebut penting untuk membentuk masyarakat yang maju, berakhlak dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dewi menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia mengajak jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar aktivitas gunung api tersebut tidak berkembang menjadi bencana.
Baca Juga: Temui Keluarganya, Bupati Dewi Berharap Semuanya Tak Berhenti Berdoa
“Mohon doa restunya, Gunung Anak Krakatau saat ini sedang aktif. Semoga aktivitasnya tidak menjadi bencana bagi negeri kita,” ucapnya.
Dewi juga secara khusus meminta jamaah mendoakan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. Mereka terdiri atas lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK).
Kedelapan orang tersebut masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
“Mohon doakan para awak media, lima orang jurnalis dan tiga ABK yang sampai hari ini masih dalam pencarian. Semoga tim pencari diberikan keselamatan dan delapan orang tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat serta dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” ungkap Dewi.
Ia berharap seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian diberikan keselamatan dan delapan orang yang masih hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara, Pimpinan Ponpes Ath-Thohariyyah, Umi Hj. Eha Shofa Zulaeha, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Pandeglang dalam peringatan Maulid Nabi tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah hadir di acara Maulid ini. Semoga Ibu Bupati selalu diberikan kesehatan dan istiqamah dalam memimpin Kabupaten Pandeglang agar semakin maju,” ujarnya.
Menurut Eha, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Karena kita memiliki satu cita-cita dan satu keyakinan yang sama, yaitu mencintai dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Semoga shalawat yang kita lantunkan menjadi wasilah bagi kita untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighosah bersama Al-Mukarom Abuya Muhtadi sebelum acara inti Maulid Nabi dimulai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, Pembina UPTO UIN Bandung.
Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Ath-Thohariyyah tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diisi dengan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim piatu dan pembagian sertifikat umrah.
Kegiatan itu sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, santri dan masyarakat, serta menjadi ruang bersama untuk mendoakan keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan proses pencarian delapan orang yang masih belum ditemukan. (mardiana)
























