SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pembelajaran jarak jauh (PJJ) resmi diberlakukan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin(7/9).
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menyusul adanya sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bagi siswa, perubahan pola belajar dari sekolah ke rumah menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas, namun harus beradaptasi tanpa interaksi langsung dengan guru dan teman-teman di kelas.
Salah satunya dirasakan Afiqa Emery Humaira, siswi kelas IX SMP Negeri 12 Tangerang Selatan. Afiqa mengikuti kegiatan belajar dari rumah setelah sekolah memberlakukan PJJ.
“Lagi PJJ hari ini dari sekolah ada pemberitahuan untuk pencegahan erupsi anak Krakatau dikhawatirkan bahaya untuk anak-anak,” ujarnya.
Sebelum mulai belajar, Afiqa memeriksa telepon selulernya untuk mengetahui tugas dan materi yang diberikan guru. Dengan didampingi sang ibu, ia kemudian mengerjakan sejumlah tugas dari rumah.
Baca Juga: Layanan SIM Keliling Tangerang Selatan Selasa 8 September 2026: Lokasi, Syarat dan Biayanya
Meski pembelajaran tetap berjalan, Afiqa mengaku lebih menyukai kegiatan belajar tatap muka di sekolah. Menurutnya, materi pelajaran lebih mudah dipahami ketika dapat berinteraksi secara langsung dengan guru.
“Sebenarnya lebih enak tata muka, karena lebih paham saja. Kalau PJJ kan guru tidak ada,” katanya.
Afiqa berharap kondisi segera kembali normal sehingga dirinya dan teman-teman dapat kembali belajar di sekolah.
“Semoga saja cepat selesai, semoga turun hujan agar debunya hilang kembali normal. Kepada teman-teman tetap semangat walaupun belajarnya PJJ,” ungkapnya.
Suasana berbeda tampak di SMP Negeri 12 Tangerang Selatan dari biasanya. Lorong sekolah, lapangan, hingga ruang-ruang kelas terlihat lebih sepi dari biasanya karena siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.
Meski demikian, aktivitas di sekolah tidak sepenuhnya berhenti. Sejumlah guru tetap datang ke sekolah untuk memantau pelaksanaan PJJ dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Pihak sekolah berharap penerapan PJJ tidak berlangsung lama agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan secara normal.
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi
“Besok belum tentu, karena nanti masih ada zoom untuk ke depan seperti apa. Semoga saja tidak berkepanjangan, sehingga kami bisa KBM seperti biasa,” jelas Kepsek SMPN 12 Tangsel, Mulmis Mariyanti.
Menurutnya, sebagian guru tetap hadir di sekolah untuk memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
“Di sekolah tetap datang guru sebagian untuk memantau PJJ dari sekolah,” katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi PJJ pada Senin, 7 September 2026, sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan tersebut berlaku bagi jenjang PAUD atau TK, SD, SMP, serta pendidikan kesetaraan. (eko)























