SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama satu hari menyusul masih terjadinya penyebaran abu vulkanik, pada Senin (7/9/2026).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan bahwa keputusan menerapkan PJJ diambil setelah pihaknya menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Minggu malam.
“Kemarin malam kami mengadakan rapat antara Dinas Pendidikan, BPBD, dan kami. Kami memutuskan karena memang dari laporan dan data yang kami terima dari BMKG masih terjadi penyebaran abu vulkanik maka kita putuskan PJJ untuk satu hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kata Benyamin, keputusan tersebut didasarkan pada laporan dan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang masih menunjukkan adanya penyebaran abu vulkanik.
Menurut Benyamin, penerapan PJJ selama satu hari dilakukan sembari menunggu perkembangan terbaru kondisi udara. Pemkot Tangsel akan kembali mengevaluasi situasi berdasarkan data BMKG yang diterima secara berkala.
“Kenapa satu hari? Karena saya ingin mendapatkan data lagi dan kita evaluasi lagi nanti sore, apakah harus diperpanjang satu atau dua hari lagi. Kita lihat nanti data BMKG yang selalu kami terima. Minimal sehari dua kali kami terima data dari BMKG. Namun sampai dengan hari ini, data menunjukkan bahwa penyebaran abu vulkanik itu masih terjadi,” ungkapnya.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya
Selain mempertimbangkan kegiatan pembelajaran, Pemkot Tangsel juga tengah mengkaji langkah penanganan abu vulkanik yang menempel di sejumlah fasilitas umum. Salah satu opsi yang akan dibahas adalah penyiraman fasilitas umum untuk mencegah abu kembali beterbangan akibat angin.
“Nanti malam saya akan rapat dengan Pak Wakil dan dinas terkait. Bahkan akan diperluas lagi pembahasannya, apakah perlu penyiraman di fasilitas-fasilitas umum atas debu abu vulkanik yang ada di Tangerang Selatan, supaya kalau tertiup angin tidak menyebar lagi. Nanti malam akan saya rapatkan dengan teman-teman,” paparnya.
Ia menambahkan, seluruh kecamatan di Tangerang Selatan diperkirakan terdampak penyebaran abu vulkanik.
“Sampai dengan hari ini, suhu udara 34 derajat Celsius dan masih ada abu vulkanik. Sehingga kemungkinan besar kita masih akan memberlakukan PJJ. Kami sudah menerbitkan imbauan dalam bentuk flyer dan sebagainya yang sudah disebarkan. Pelaksanaan PJJ ini juga sudah dijalankan oleh Dinas Pendidikan, dan nanti akan kami evaluasi lagi,” jelasnya.
Benyamin mengatakan, hingga kini belum terdapat informasi pasti mengenai volume maupun ketebalan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah Tangsel. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Menurutnya, partikel abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu tanah biasa dan dapat membahayakan kesehatan meskipun lapisannya tipis. (eko)
























