SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti (BS), Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan kerja tersebut, merupakan bagian dari perhatian dan pemantauan pemerintah di bidang pertahanan, khususnya terhadap pembangunan dan kesiapan satuan Batalyon Teritorial Pembangunan, yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, tiba di wilayah Pandeglang bersama rombongan pada pukul 14.22 WIB melalui Landing Zone (LZ) Lapangan Bola Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu.
Kedatangan Menhan RI, disambut oleh Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, serta sejumlah pejabat TNI lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Turut mendampingi Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan RI Marsdya TNI Yusuf Jauhari, S.Sos., M.Eng., Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan Brigjen TNI Charles Yohanes Alliang, S.E., M.MDS., serta sejumlah pejabat pendamping lainnya.
Baca Juga: Semarak HUT Kemerdekaan RI, Masyarakat Pandeglang Diimbau Kibarkan Merah Putih
Setibanya di Landing Zone, Menhan RI beserta rombongan kemudian bergerak menuju Mako Yonif TP 842/BS. Kedatangan rombongan disambut oleh unsur pimpinan dan personel satuan, termasuk Danyonif TP 842/BS Letkol Inf Mulia Adi Dharma.
Setibanya di lingkungan Batalyon TP 842/BS sekitar pukul 14.28 WIB, rangkaian penyambutan diawali dengan laporan Danyonif TP 842/BS kepada Menhan RI. Selanjutnya, Menhan RI menerima jajar kehormatan dari personel Batalyon TP 842/BS sebagai bentuk penghormatan militer.
Menhan RI juga melewati lorong prajurit yang telah disiapkan, sebagai bagian dari rangkaian penyambutan. Momen tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan, sekaligus menggambarkan kesiapan dan kekompakan personel Yonif TP 842/BS dalam menerima kunjungan pimpinan di lingkungan pertahanan.
Selanjutnya, pada pukul 14.40 WIB, Menhan RI beserta rombongan menuju Mako Yonif TP 842/BS untuk menerima paparan satuan yang disampaikan oleh Danyonif TP 842/BS Letkol Inf Mulia Adi Dharma.
Dalam paparan tersebut disampaikan berbagai hal berkaitan dengan kondisi satuan, pembangunan pangkalan, kesiapan personel, serta dukungan sarana dan prasarana yang menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas Batalyon Teritorial Pembangunan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pimpinan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan pangkalan serta kesiapan satuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Baca Juga: Danrem 064/MY Dan Dandim 0601/Pandeglang Salurkan Bantuan Air Bersih
Setelah menerima paparan satuan, pada pukul 16.00 WIB, Menhan RI beserta rombongan menuju Aula Outdoor untuk memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif TP 842/BS.
Dalam arahannya, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya setiap prajurit memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan, khususnya Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.
Menurutnya, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI tidak cukup hanya untuk dihafalkan, tetapi harus benar-benar dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam setiap sikap, tindakan, serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menhan RI juga menekankan, pentingnya kepemimpinan yang hadir di tengah-tengah prajurit.
Para perwira diminta tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga harus mampu menjadi contoh, memberikan arahan, melakukan pembinaan, serta memahami kondisi dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anggotanya.
“Perwira harus selalu hadir di tengah-tengah anggotanya. Jangan hanya memberikan perintah, tetapi harus mampu menjadi contoh, memberikan arahan dan membina anggota,” kata Menhan RI, dalam arahannya, Kamis (10/9).
Selain itu, Menhan RI mengingatkan bahwa dengan telah tersedianya tempat tinggal dan berbagai fasilitas satuan, para prajurit tidak diperbolehkan lagi tidur atau tinggal di rumah warga. Hal tersebut bertujuan agar keberadaan dan kegiatan prajurit dapat berlangsung secara lebih tertib, terkontrol, serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Penekanan serupa juga diberikan kepada para Bintara. Menhan RI meminta para Bintara untuk senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit dan menjadi contoh maupun panutan, baik dalam hal kedisiplinan, sikap, tanggung jawab maupun pelaksanaan tugas.
Para prajurit juga didorong untuk menjadikan satuannya sebagai contoh bagi satuan lainnya dengan menunjukkan profesionalisme, kekompakan, disiplin dan kesiapan dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI turut menyampaikan apresiasi dan motivasi atas dukungan persenjataan serta peralatan yang semakin modern dan canggih. Namun demikian, kecanggihan alutsista dan perlengkapan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan dan profesionalisme prajurit.
Menhan RI mengingatkan agar para prajurit tidak hanya merasa bangga terhadap kecanggihan peralatan yang dimiliki, tetapi yang lebih penting adalah mampu menggunakan seluruh kemampuan dan fasilitas tersebut untuk melaksanakan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara.
“Yang paling penting, bukan hanya memiliki peralatan yang modern, tetapi bagaimana kemampuan tersebut digunakan untuk melaksanakan pengabdian kepada rakyat dan Negara,” tegasnya.
Menhan RI juga mengingatkan, bahwa seorang prajurit harus senantiasa menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Setiap prajurit dituntut menjaga kehormatan diri dan satuan serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan dedikasi.
Di hadapan para prajurit Yonif TP 842/BS, Menhan RI kembali menegaskan agar Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI benar-benar dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai tersebut, setiap prajurit diharapkan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat, menjaga nama baik TNI, serta senantiasa mendapatkan kepercayaan dan kecintaan rakyat.
Pada kesempatan yang sama, Menhan RI juga memberikan pesan tertulis kepada prajurit Yonif TP 842/BS sebagai motivasi dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. (mardiana)
























