SATELITNEWS.COM, SERANG – Pencarian hari ketiga rombongan wartawan yang dikabarkan hilang di Selat Sunda belum membuahkan hasil. Tim gabungan hingga Kamis (10/9/2026) malam sekira pukul 18.30 WIB belum menemukan rombongan tersebut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i mengatakan, dari hasil pencarian melalui helikopter maupun belasan kapal yang diterjunkan, pihak belum melihat tanda-tanda atau petunjuk keberadaan rombongan jurnalis tersebut.
“Kalau saya pribadi, dengan pesawat belum melihat adanya tanda-tanda korban. Tetapi kita akan terus melakukan pencarian dengan semua sumber daya yang ada,” katanya.
Syafi’i memastikan, tim gabungan akan terus melakukan pencarian selama beberapa hari kedepan atau selama tujuh hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setelah itu, tim akan kembali melakukan pembahasan mengenai proses pencarian apakah akan dilanjutkan atau dihentikan.
“Operasi terus kita laksanakan, kalau mengacu pada aturan, operasi akan dilaksanakan secara berturut-turut selama tujuh hari kedepan, oeprasi tidak berhenti jam 5 sore, tapi bagi pengguna lalu lintas laut akan memantau secara simultan kepada pengguna arus laut untuk memberikan informasi,” ujarnya.
Syafi’i memastikan, proses evakuasi akan dilakukan oleh tim gabungan meskipun dalam zona merah atau bahaya. Dengan catatan, tim gabungan memiliki peralatan keselamatan yang lengkap sehingga proses evakuasi bisa tetap dilakukan.
Baca Juga: Nelayan di Lebak Diduga Hilang di Laut Usai Nyalakan Genset
“Andai saja tanda-tanda itu mengarah di daratan dari GAK ini, tentunya kita akan menyiapkan diri dengan perlengkapan yang ada untuk melakukan penyelamatan dengan semua sarana yang ada,” ujarnya.
Dia menerangkan, tim gabungan yang melaksanakan pencarian terus bertambah dan saat ini sebanyak 300 personel diterjunkan. Ratusan personel dibagi menjadi enam kelompok untuk melakukan pencarian di enam sektor di Selat Sunda atau disekitar lokasi GAK.
“Kondisi sar laut yang digelar di enam sektor, kemarin lima sektorz sebelumnya tiga sektor, melibatkan sebelas kapal baik dari KRI, Basarnas, TNI, dan lainnya dengan personel lebih dari 300 personel,” ujarnya.
“Tentunya seluruh potensi khususnya Pempeov Banten memberikan suport penuh, saya yakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk menemukan korban dan kita evakuasi dalam kondisi selamat,” sambungnya.
Hingga Operasi SAR hari ketiga berlangsung, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian dan Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di wilayah Perairan Selat Sunda.
Adapun sarana pencarian yang diterjunkan yaitu, KN SAR Tetuka terdiri dari 10 All Crew Tetuka, satu Crew Drupada, enam Rescuer, satu Kasubdit Patroli Airud, dua Airud, lima Bakamla, empat KSOP, satu Media Liputan 6, saty Keluarga Korban
Baca Juga: Basarnas: 61 Korban Masih Tertimbun Longsor, 29 Jenazah Dievakuasi
Kemudian Kapal Perang (KP) SANJAYA terdiri dari 27 ABK, empat Polairud Banten, dua Rescuer KPP Banten, satu Jurnalis Merdeka, dan Keluarga Korban. Selanjutnya RIB 02 Banten terdiri dari empat orang yaitu satu Airud Panimbang, satu Brimob, satu BPBD Pandeglang, dan satu Potensi.
Kemudian KM Arupadhatu 2 tujuh orang, KM Asyifa 5 orang, Crew Basudewa 17 orang, TNI AD (143) tiga orang, Polairud KP Hayabusa 2 orang, Polairud Polda Banten empat orang, Brimob satu orang, BPBD satu orang, AFP(Kantor Berita Prancis) satu orang, FRL enam orang, KNP 5244 lima orang.
Selanjutnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Karambit membawa dua wartawan CNN, tiga wartawan Antara, satu wartawan Kompas, dan dha Dispen Lanal TNI AL.(adib)
Kapolda Banten Irjenpol Hengki mengatakan, perkembangan operasi tersebut merupakan arahan dan penjelasan dari Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang hadir langsung memantau pelaksanaan operasi SAR gabungan bersama Gubernur Banten Andra Soni.
“Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR hari ini dikembangkan menjadi enam sektor. Pada hari pertama pencarian dilaksanakan di tiga sektor, kemudian hari kedua dikembangkan menjadi lima sektor dan pada hari ketiga ini kembali diperluas menjadi enam sektor,” katanya.
Hengki menjelaskan dalam operasi hari ketiga tersebut sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian, yang terdiri dari kapal KRI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas serta kapal dari potensi SAR lainnya.
“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi hari ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik yang berada di lapangan maupun yang mendukung pelaksanaan operasi dari posko gabungan,” jelasnya.
“Bapak Kabasarnas juga menegaskan bahwa seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap informasi maupun data yang diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” sambungnya.
Dalam pelaksanaan operasi, pencarian dilakukan dengan mengutamakan unsur laut dan udara. Namun demikian, seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel serta kondisi di lapangan.
“Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Sebagaimana disampaikan Bapak Kabasarnas, pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan operasi udara, tim juga telah melakukan pencarian di wilayah perairan. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan pencarian.
Selain itu, pihaknya juga memberikan trauma healing berupa dukungan psikososial kepada keluarga korban. Pendampingan ini dilakukan agar keluarga mendapatkan penguatan dan dapat lebih ikhlas dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
“Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” katanya. (adib)
























